01 Januari 2016

Batu Payung: Lokasi Tersembunyi di Sekitar Pantai Tanjung Aan


Setelah menyusuri desa Sade yang membawa saya ke masa lalu kehidupan pulau Lombok, tujuan selanjutnya adalah pantai Tanjung Aan yang letaknya juga tidak jauh dari desa Sade. Pantai Tanjung Aan ini terkenal akan pasir pantainya yang butirannya besar - besar seperti merica. Perjalanan kesana saat ini sudah dapat ditempuh dengan lancar karena aspal jalannya sudah mulus, mama saya bercerita kalo saat kesini 3 tahun yang lalu jalannya jelek banget. Nah, dalam perjalanan ke pantai Tanjung Aan ini kita akan melewati beberapa pantai seperti pantai Kuta dan Mandalika Resort. Setelah sampai di pantai Tanjung Aan kesan pertama saya adalah sangat terik, tidak ada pohon sama sekali garis pantai-nya. Pertama turun dari mobil ada orang - orang membawa foto yang sepertinya menarik, saya pun berniat mencari lokasi yang mirip dengan foto tersebut, tebakan saya bisa dilihat dari atas bukit kecil yang ada di pinggir pantai, naiklah saya kesana. Setelah melihat dari atas bukit sekalian foto - foto, ternyata lokasi yang ada pada gambar yang saya lihat tadi tidak ada, setelah bertanya ke penjual yang ada di pantai ternyata untuk kesana kita harus menyewa kapal terlebih dahulu, baiklah demi foto yang menarik saya dan saudara - saudara saya pun berangkat kesana.














Perjalanan dengan kapal ini ditempuh dalam waktu 10-15 menit. Dalam waktu yang singkat itu anda harus bersiap - siap mengamankan barang bawaan karena deburan ombak yang menabrak kapal membuat air laut terus menerus menerjang ke dalam kapal sampai pakaian basah semua. Benar saja, setelah turun ternyata emang lokasi ini menurut saya lebih bagus daripada yang ada di Tanjung Aan, kita disambut oleh dinding tebing yang menawan. Niat kami yang langsung menuju ke lokasi utama banyak terhenti karena foto di tebing - tebing ini juga menarik. Ohya, lokasi utama yang dimaksud adalah batu payung dimana ada sebuah batu tinggi yang bagian bawahnya terkikis oleh perubahan cuaca sehingga terlihat seperti payung, kalau saya melihat sih seperti ayam goreng paha, hehehe. Salah satu kemalasan saya wisata saat musim liburan adalah tidak bisa menikmati dan foto dengan leluasa, dimana - mana banyak orang. Hal ini juga saya alami saat disini, banyak sekali orang yang mampir kesini sehingga harus sabar menunggu agar keadaan agak sepi. Hal kurang menyenangkan datang saat akan pulang karena sistem penyewaan kapal disini mirip saat saya berkunjung ke pantai lenggoksono, jadi tidak ada koperasi yang membawahi, akibatnya pemilik kapal seenaknya sendiri. Saya harus menunggu agak lama agar kapal menjemput rombongan saya karena kapal akan berangkat menjemput jika ada penumpang yang memakai kapalnya untuk menuju ke lokasi batu payung ini, coba kalau tidak ada yang naik dalam waktu yang lama, ya bisa jadi menunggu nya juga lama. Saran saya sih dibuat koperasi seperti yang ada di teluk hijau Banyuwangi, lebih terkoordinir dan memuaskan pengunjung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge