01 Januari 2016

Gili Trawangan: Snorkling Sampai Bersepeda di Tepian Pantai, Bisa!


Hari kedua saya di pulau Lombok dikhususkan untuk mengunjungi sebuah pulau yang menjadi destinasi wajib saat datang ke Lombok, gili Trawangan. Saya dan keluarga berangkat sangat pagi agar tidak kehabisan kapal yang mengantar kami menuju kesana, rencananya sih pakai jet boat. Ini kali kedua saya datang kesini, pada kunjungan pertama dulu saya menumpang kapal umum yang murah meriah, jadinya saya pernah mencoba dua jenis kapal, ala - ala backpacker dan ala - ala wisatawan. Perjalanan dengan boat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10-15 menit, jauh lebih cepat daripada kapal umum. Setelah sampai kami pun memutuskan untuk menyewa kapal wisata yang digunakan untuk snorkling. Setelah berganti pakaian dan mempersiapkan diri, kami pun siap berangkat dan tujuan pertama adalah spot snorkling yang ada di dekat gili Meno. Jadi dari brosur wisata yang saya baca ada banyak spot snorkling yang tersebar di sekitar 3 gili, yaitu gili Trawangan, gili Meno, dan gili Air. Setelah sampai di spot snorkling, kami pun langsung menceburkan diri dan mulai melihat - lihat keindahan bawah air disini. Tetapi ekspektasi yang saya bayangkan berbeda dengan kenyataan yang ada disini.










Jadi disini airnya agak keruh dan warnanya hijau, saya tidak tahu emang seperti ini atau gara - gara kondisi cuaca, berbeda sekali dengan yang ada di Karimun Jawa. Jadi sampai saat ini snorkling paling berkesan bagi saya adalah yang saya lakukan di Karimun Jawa, selain alam bawah lautnya sangat indah dan tidak keruh, pelayanannya pun juga memuaskan. Jadi untuk dapat foto bawah air, ada orang yang bertugas untuk menarik kita ke bawah air dan menaikkan kita setelah foto, selain itu ada juga orang yang bertugas memegang kamera untuk foto, ada juga orang yang menjaga penumpang di kapal maupun yang di laut, jadi meskipun tidak bisa renang kita tetap bisa foto di bawah laut. Asumsi saya sih mungkin karena disini pengelolaannya belum terkoordinir sehingga ya yang ada hanya pemilik kapal dan asisten yang mengantar kita, jika tidak bisa renang? Ya udah kita cuma bisa mengambang di lautan dan melihat karang - karang tapi tidak bisa foto di bawah sana. Setelah lelah snorkling, saya dan saudara - saudara saya yang masih muda melanjutkan petualangan dengan bersepeda menuju ke lokasi foto yang sekarang lagi banyak muncul di media sosial, yaitu ayunan ombak sunset. Pengalaman saya 3 tahun yang lalu bersepeda sampai jauh membuat saya masih ingat dimana letak ombak sunset jadi saya tidak perlu bertanya ke orang lain. Jaraknya yang cukup jauh membuat antrian foto disini tidak terlalu banyak, lokasinya emang private di bagian barat pulau.

2 komentar:

  1. wah bagus banget gan tempat wisatanya. slm kenal dari karimunjawa

    BalasHapus

badge