06 Januari 2016

Kimbap Rina: Makanan Korea Murah dan Lezat di Malang


Malang memang tidak pernah habis dijelajahi untuk mencari makanan - makanan enak dan murah. Pada kesempatan kali ini, setelah lelah menjelajahi The Pines maka tujuan saya selanjutnya adalah kulineran di Malang. Hasil rekomendasi teman saya mengantarkan saya untuk mencoba makanan korea yang murah, jika dibandingkan dengan harga di Surabaya. Nama tempat ini adalah Kimbap Rina yang biasa disingkat Kirin, terletak di jalan Kalpataru nomor 40 Malang. Saya kira waktu saya datang masih sepi karena dari waktu buka masih lebih beberapa menit saja, tetapi dugaan saya salah besar. Pemandangan yang saya lihat bagaikan di depan bioskop yang akan menayangkan film box office seperti film 2012 beberapa tahun yang lalu, benar - benar antri di depan pagar, padahal belum buka, semakin penasaran makanannya seperti apa sih sampai rame banget seperti ini, seingat saya belum pernah saya ke tempat makan yang sudah antri sebelum tempat makan tersebut buka. Setelah masuk kami harus antri mengambil menu terlebih dahulu, sebenarnya harus langsung memesan sih seperti di restoran fastfood, tetapi berhubung baru buka jadi bisa duduk dulu.












Desain ruangan makan disini adalah lesehan, sepertinya untuk menanggulangi ruangan yang sempit agar bisa digunakan untuk banyak orang, sepatu pun harus dilepas karena dialasi oleh karpet tebal. Sebenarnya dindingnya pun sudah didesain ala - ala Korea, tetapi tidak terlalu banyak sehingga tidak terlalu menggambarkan tempat makan korea, ohya TV nya juga menayangkan acara Korea. Menu makanan yang ditawarkan disini cukup beragam, hal yang unik adalah ada makanan yang hanya tersedia pada hari - hari tertentu saja, seperti saat saya berkunjung hari Selasa ada makanan Sundubu Jjigae, makanan ini adalah sup bumbu pedas dengan isi daging sapi, telur, tofu, dan seafood. Ada juga makanan yang setiap hari ada dan direkomendasikan oleh Kirin yaitu Dakgalbi, yaitu daging ayam yang dimasak dengan bumbu galbi dan dilengkapi dengan ubi, kue beras, dan sayuran. Satu hal yang aneh disini adalah hanya menyediakan 2 minuman saya, yaitu teh kotak dan creamy tea, mungkin agar fokus dalam pembuatan makanan sehingga tidak membuat banyak variasi minuman. Setelah menunggu makanan pun datang, dimulai dengan mencoba Dakgalbi, rasanya enak dan tidak terlalu eneg meskipun bumbunya sangat kuat, rasa ayam dipadu dengan ubi merupakan perpaduan yang nikmat. Setelah itu saya mencoba Sundubu Jjigae yang disajikan dalam claypot panas, rasanya juga mantab, tidak terlalu pedas dan menjadikan seafood serta isi yang lain lebih berasa, berbeda dengan tom yam yang asam, Sundubu Jjigae ini pedas cenderung gurih. Rasa dari creamy tea nya pun juga enak, tidak eneg. Wajar saja jika harus antri seperti itu, rasa memang tidak pernah bohong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge