23 Februari 2016

Kedai Tua Baru: Makan Murah dan Nikmat di Tempat dengan Konsep Pasar Klasik


Wisata kuliner kali ini akan mengunjungi sebuah tempat yang sedang banyak dibicarakan satu tahun terakhir ini di Surabaya. Nama tempat makan ini adalah Kedai Tua Baru yang terletak di jalan Tegalsari nomor 25 Surabaya, lokasi ini tidak jauh dari Tunjungan Plaza sehingga sangat strategis. Meskipun terletak di jantung kota tetapi tempat ini terkenal dengan harganya yang bersahabat, maka dari itu saya datang kesini untuk mencoba apakah benar - benar bersahabat. Hal pertama yang saya suka disini adalah adanya valet untuk parkir mobil sehingga pengunjung tidak perlu bingung mencari lokasi parkir, tinggal taruh saja mobil di depan rumah makan nanti bakal ada petugas yang mendatangi. Saya berpikir dibuat sistem valet karena tempat parkir yang sangat terbatas tetapi pengunjungnya sangat banyak sehingga lebih memudahkan, biayanya pun juga murah, hanya 5 ribu saja, tidak berbeda jauh dengan parkir biasa dengan harga 3 ribu. Setelah masuk kita bisa memilih duduk di nuansa yang seperti apa, ada nuansa outdoor dengan taman kecil di bagian belakang, ada juga indoor dengan nuansa pasar klasik tetapi dengan penataan yang sangat menarik. Saya dan keluarga pun memilik untuk duduk di dalam karena lebih terasa suasana pasar klasik tapi modern-nya.





















Setelah pelayan datang kami pun mulai memilih menu - menu yang ada disini. Beberapa makanan favorit disini adalah buntut rempah seharga 40 ribu, seafood kombinasi seharga 37 ribu, dan nasi lemak rendang bakar seharga 35 ribu. Saya sendiri memilih buntut rempah karena menurut artikel yang saya baca, banyak yang suka menu ini. Makanan lain yang disediakan disini sangat beragam mulai dari nasi goreng, mie goreng, seafood, ikan, makanan malaysia, sate, sup, gado gado, rujak, dan lain sebagainya. Minuman yang ada disini juga tidak kalah menarik, ada aneka soda, olahan kopi, olahan teh, dan kelapa muda. Sembari menunggu pesanan datang saya pun berkeliling melihat suasana sekitar. Disini ada beberapa stan yang menyediakan menu - menu sejenis per stan, seperti makanan tradisional indonesia, chinese food, dan minuman. Disini juga banyak ornamen - ornamen yang menggambarkan jaman dahulu seperti kotak pos, radio, alat masak, dan lain - lain. Setelah makanan datang saya pun langsung menyantap pesanan saya. Rasa bumbunya enak banget, mirip dengan bumbu rendang, selain itu dagingnya empuk banget sehingga gak perlu bersusah payah untuk menguliti dari tulangnya. Setelah itu saya mencoba minuman saya yaitu vanilla iced coffee latte, rasanya enak banget, gak terlalu manis dan gak bikin perut kembung. Gabungan suasana nyaman dan makanan enak serta murah disini membuat orang - orang pasti kembali kesini, selamat mencoba!
Read more!

13 Februari 2016

Tamina: Kafe dengan Variasi Mie Terbanyak


Wisata kuliner kali ini akan menjelajahi tempat - tempat baru yang ada di kota asal saya, Pasuruan. Beberapa waktu lalu telah berdiri tempat makan baru yang mengusung konsep yang cukup unik, yaitu satu - satunya restoran yang menyediakan berbagai macam varian mie, begitulah kata - kata yang ada di banner promosi mereka. Nama tempat ini adalah Tamina yang terletak di jalan Gajah Mada nomor 1 Pasuruan, lokasinya tepat ada di pojok pertigaan jalan. Kafe satu ini buka dari jam 11 pagi hingga jam 9 malam, ya emang kebanyakan tempat makan yang ada di Pasuruan hanya buka hingga jam 9 malam. Kafe yang menempati ruko ini mempunyai 2 lantai untuk pengunjung, saya sendiri memilih di lantai 1 agar mudah saat memesan karena sistem pemesanan disini langung membayar saat memesan di kasir. Pilihan mie yang ada disini cukup banyak, ada menu Szechuan Pan Mee seharga 17 ribu sebagai menu andalan karena fotonya yang lebih besar daripada yang lain di lembar menu, hehehe. Menu andalan lain adalah double sensation pan mee yang memiliki sensasi dua rasa, kalau salah satu rasanya itu rasabayar sih saya pasti akan memesan itu.








Nama menu mie yang ada disini kebanyakan menggunakan kata pan mee, saya sendiri tidak tahu apa arti dari kata itu, lupa nanya juga sih. Selain serba pan mee juga ada aneka mie ayam mulai mie ayam Surabaya hingga mie ayam dua rasa. Harga makanan yang ditawarkan disini cukup terjangkau, mulai dari 10 ribu hingga 17 ribu rupiah. Buat para pencinta mie pedas juga bisa memesan varian baru yaitu mie jontor dengan memilih berapa cabe yang dimasukkan ke dalam hidangan. Pilihan minuman yang ada disini juga sangat banyak, ada aneka minuman soda seperti blue lagoon, sparkling sunrise, tamina punch, hingga aneka olahan kopi seperti frappucino, hot cappucino, dan black coffee. Tidak menunggu lama makanan pun datang dan saya langsung menyantap hindangan yang saya pesan ini. Saat disajikan, menu Szechuan Pan Mee akan memiliki 4 mangkok berbeda, ada mangkok mie, sambal, kuah, dan bumbu. Berhubung tidak tahu kegunaan masing - masing jadi ya langsung saya campur saja semua bumbu. Rasa dari makanan yang saya pesan cukup nikmat, ada telur dan chicken fillet menemani mie tipis - tipis dengan rasa yang gurih. Rasa dari minumannya pun juga lumayan enak, saya memesan sparkling sunrise yang berisi jeruk dicampur dengan susu dan soda. Bisa dicoba nih buat yang bingung pingin makan apa di kota kecil ini.
Read more!

12 Februari 2016

Mie Rampok: Merasakan Makan Malam di Dalam Penjara

Wisata kuliner saya kali ini akan mencoba makanan yang tergolong baru dan membuat heboh kalangan muda Surabaya, setidaknya yang saya dengar. Kenapa bisa membuat heboh? Karena denger - denger buat makan disini antrinya bisa berjam - jam bagaikan mengantri bikin paspor. Akibat dari berita tersebut saya menunda dulu untuk datang kesini, males banget lah buat makan aja harus antri berjam - jam, keburu pingsan. Akhirnya setelah beberapa bulan heboh dan kemarin saya lagi pingin cobain maka berangkatlah saya kesini. Biasanya saya gak suka sama hujan, tetapi demi tidak mengantri untuk makan mie maka saya berangkat waktu hujan - hujan, hehehe. Nama tempat ini adalah Mie Rampok yang terletak di jalan Ir. Sukarno nomor 18 Surabaya, tepatnya di seberang pom bensin satu - satunya yang ada di MERR ini, jadi lokasinya ada di ujung utara jalan MERR. Kesan pertama saya terhadap tempat ini adalah unik banget, bener - bener berkonsep. Saya sampai bingung dimana pintu masuknya karena dari luar tampak seperti bener - bener penjara dengan jeruji besinya, kalau gak karena mas - mas nya teriak - teriak ngasih tau jalannya udah nyasar ke dapur mungkin.














Saat masuk kita akan disambut oleh teriakan selamat datang oleh seluruh pelayan yang memakai baju tahanan jadul. Setelah itu kita langsung memilih pingin makan mie level berapa karena emang hanya itu menu yang ada disini, jadi cuma pilih mau cabe berapa. Setelah itu sembari menunggu mie siap dihidangkan (cepet banget bikin mie nya), kami memilih lauk pauk yang menemani makan malam ini, disini lauk pauknya datang dari negeri seberang karena berupa dim sum, sebagai penyuka dim sum saya langsung jatuh cinta. Setelah itu saya membayar dan langsung mengambil mie yang sudah siap disantap. Minuman yang ada disini hanya sedikit, cuma ada es teh, teh hangat, teh botol, dan air mineral botol. Saya sendiri memesan mie rampok level 5 seharga 8500 rupiah beserta 3 biji dim sum (disini enak banget hitungannya per biji 3000, jadi bisa cobain semua varian dim sum dengan harga murah) dan minum es teh dengan harga 4 ribu rupiah, harga yang menurut saya sangat ramah kantong di kota terbesar kedua di Indonesia ini. Hasil belajar dengan banyaknya pengunjung saat awal - awal buka membuat Mie Rampok sudah mahir dalam menangani banyak pengunjung, terbukti dari pembagian meja untuk berdua dan berbanyak, kemudian pelayanan yang sangat cepat, dan keramahan pelayan yang menyapa saat datang dan pulang. Rasa dari mie nya enak dan masih bisa dirasakan meskipun cabe nya banyak, selain itu dim sum yang menemani menambah citarasa mie menjadi lezat. Wajib dicoba!
Read more!

11 Februari 2016

Pulau Tabuhan: Pulau Kecil yang Indah di Antara Banyuwangi dan Bali


Penutup dari wisata hari libur imlek di awal tahun 2016 ini adalah berkunjung ke sebuah tempat yang sedang naik daun, belum seterkenal pulau merah dan teluk hijau tetapi sepertinya tidak lama lagi sudah akan sejajar. Jadi kali ini saya berkunjung ke pulau Tabuhan yang terletak di kawasan wisata Bangsring, lokasinya ada di sebelah utara pelabuhan ketapang Banyuwangi. Berkunjung kesini dengan rombongan bis memerlukan sedikit perjuangan, jadi bis akan parkir di sebuah SPBU yang letaknya di pinggir jalan nasional karena lokasi parkir wisata tidak cukup jika harus ditempati oleh bis, jalannya pun juga kecil, masih jalan desa. Setelah turun dari bis kita akan dijemput oleh mobil - mobil pengangkut orang banyak sejenis L300 atau espass dan akan diturunkan di kawasan wisata Bangsring. Nah jika sudah berada di kawasan wisata ini pengunjung bisa memilih pingin wisata yang seperti apa. Pilihan pertama adalah hanya berdiam diri di pantai Bangsring ini, pilihan kedua adalah menyebrang ke rumah apung, dan pilihan ketiga adalah menyebrang ke pulau Tabuhan. Jangan lupa menyewa pelampung dan peralatan snorkling terlebih dahulu jika ingin menikmati keindahan bawah laut di ketiga pilihan yang telah saya sebutkan tadi. Kalau saya sih memilih semuanya, tetapi tidak snorkling karena baju saya sudah habis, hehehe.













Kegiatan pertama dan utama saya adalah berkunjung ke pulau Tabuhan yang letaknya cukup jauh, dari pantai Bangsring terlihat sangat kecil sehingga tebakan saya perjalanannya cukup lama. Saya menaiki perahu nelayan berkapasitas 15 orang dan menyebrang ke pulau Tabuhan ini, tips dari saya pastikan kapal tersebut mau menunggu kita selama kita sedang menikmati pulau Tabuhan karena ada kapal yang nakal sehingga dia tidak menunggu dan mencari penumpang lagi, hal ini menyebabkan kita harus menunggu cukup lama di pulau ini saat akan kembali. Benar saja, perjalanan selama lebih dari 30 menit ditemani ombak yang bersahabat, coba ombaknya tidak bersahabat pasti saya sudah tegang karena penumpang tidak dilengkapi dengan pelampung karena pelampungnya harus sewa sendiri sebagai peralatan untuk snorkling. Setelah sampai keindahan pulau Tabuhan pun mulai tampak, bodohnya saya tidak memakai kacamata hitam sehingga mata saya tidak bisa terbuka sempurna, disini panas banget, bener - bener panas sampai kulit memerah meskipun hanya 30 menit disini. Pasir pantainya putih bersih dan belum ada sampah disini, hanya ada sampah ranting pohon saja. Foto - foto disini bisa dilakukan di seputar pulau yang tidak dijadikan sandar kapal sehingga masih kosong.
Read more!
badge