11 Februari 2016

Pulau Tabuhan: Pulau Kecil yang Indah di Antara Banyuwangi dan Bali


Penutup dari wisata hari libur imlek di awal tahun 2016 ini adalah berkunjung ke sebuah tempat yang sedang naik daun, belum seterkenal pulau merah dan teluk hijau tetapi sepertinya tidak lama lagi sudah akan sejajar. Jadi kali ini saya berkunjung ke pulau Tabuhan yang terletak di kawasan wisata Bangsring, lokasinya ada di sebelah utara pelabuhan ketapang Banyuwangi. Berkunjung kesini dengan rombongan bis memerlukan sedikit perjuangan, jadi bis akan parkir di sebuah SPBU yang letaknya di pinggir jalan nasional karena lokasi parkir wisata tidak cukup jika harus ditempati oleh bis, jalannya pun juga kecil, masih jalan desa. Setelah turun dari bis kita akan dijemput oleh mobil - mobil pengangkut orang banyak sejenis L300 atau espass dan akan diturunkan di kawasan wisata Bangsring. Nah jika sudah berada di kawasan wisata ini pengunjung bisa memilih pingin wisata yang seperti apa. Pilihan pertama adalah hanya berdiam diri di pantai Bangsring ini, pilihan kedua adalah menyebrang ke rumah apung, dan pilihan ketiga adalah menyebrang ke pulau Tabuhan. Jangan lupa menyewa pelampung dan peralatan snorkling terlebih dahulu jika ingin menikmati keindahan bawah laut di ketiga pilihan yang telah saya sebutkan tadi. Kalau saya sih memilih semuanya, tetapi tidak snorkling karena baju saya sudah habis, hehehe.













Kegiatan pertama dan utama saya adalah berkunjung ke pulau Tabuhan yang letaknya cukup jauh, dari pantai Bangsring terlihat sangat kecil sehingga tebakan saya perjalanannya cukup lama. Saya menaiki perahu nelayan berkapasitas 15 orang dan menyebrang ke pulau Tabuhan ini, tips dari saya pastikan kapal tersebut mau menunggu kita selama kita sedang menikmati pulau Tabuhan karena ada kapal yang nakal sehingga dia tidak menunggu dan mencari penumpang lagi, hal ini menyebabkan kita harus menunggu cukup lama di pulau ini saat akan kembali. Benar saja, perjalanan selama lebih dari 30 menit ditemani ombak yang bersahabat, coba ombaknya tidak bersahabat pasti saya sudah tegang karena penumpang tidak dilengkapi dengan pelampung karena pelampungnya harus sewa sendiri sebagai peralatan untuk snorkling. Setelah sampai keindahan pulau Tabuhan pun mulai tampak, bodohnya saya tidak memakai kacamata hitam sehingga mata saya tidak bisa terbuka sempurna, disini panas banget, bener - bener panas sampai kulit memerah meskipun hanya 30 menit disini. Pasir pantainya putih bersih dan belum ada sampah disini, hanya ada sampah ranting pohon saja. Foto - foto disini bisa dilakukan di seputar pulau yang tidak dijadikan sandar kapal sehingga masih kosong.

2 komentar:

  1. Wah... sudah sampai ke Banywuangi ternyata, saya aja yang tinggal di Banyuwangi masih belum sempat kesana. Hehe. ^_^
    http://www.rickyhermawan.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang masih baru tenar ya sepertinya tempat ini, dalam waktu dekat pasti udah rame banget, hehehe

      Hapus

badge