29 Maret 2016

Primarasa: Restoran Keluarga dengan Menu Andalan Ayam Bakar


Hari dimana keluarga datang adalah hari paling bahagia untuk perut saya. Seperti biasa saat keluarga datang adalah saat makan yang lebih layak daripada keseharian saya. Pada kesempatan kali ini saya dan keluarga makan di Primarasa yang menyebut dirinya sebagai spesialis ayam bakar. Ada banyak cabang dari Primarasa ini, saya berkunjung di cabang jalan Ahmad Yani nomor 166 karena sekalian mengantarkan keluarga ke terminal Purabaya. Selain di Ahmad Yani, ada 3 cabang lain di Surabaya yaitu di jalan Kusuma Bangsa 3A, jalan Raya Manyar Kertoarjo 78, dan jalan Raya Kupang Indah 1A, semua wilayah ada deh pokoknya. Restoran yang sepertinya sudah lama berdiri ini menyediakan berbagai macam makanan, mulai dari ayam, udang, gurami, nila, cumi, hingga aneka sayuran. Minuman yang ada disini juga tidak kalah menarik, ada aneka juice buah, es kelapa muda, kopi, jeruk, coklat, teh, cao, sirup, soft drink, hingga minuman tradisional seperti dawet. Penyajian harga di Primarasa ini cukup unik, jadi ada harga sebelum diskon dengan angka yang tidak bisa dibayarkan dengan uang tunai karena pecahannya tidak lazim, serta ada harga setelah diskon dimana pecahannya sudah lazim dan bisa dibayarkan dengan uang tunai, lucu juga ya biar terlihat ada diskon kan lebih menarik.











Saya memesan minuman juice kopyor yang termasuk jajaran minuman dengan harga tertinggi, saya jadi penasaran kenapa kopyor yang saya dengar merupakan buangan dari kelapa muda, menjadi lebih mahal daripada induknya, harganya mencapai 32 ribu rupiah. Meskipun harga minumannya ada yang mahal, tetapi harga makanannya tidak terlalu mahal, seperti ayam bakar yang saya pesan harganya 14 ribu rupiah saja. Selain itu keluarga saya juga memesan gurami bakar, udang saos inggris, cah tauge ikan asin, dan bakmi goreng. Setelah semua makanan terhidang saya pun langsung menyantap makanan saya dan mencoba makanan lain yang emang porsinya banyak banget, sepertinya emang porsi keluarga. Rasanya dari ayamnya emang enak banget, dagingnya empuk, kecapnya meresap dan tidak terlalu manis sehingga cocok dengan sambal yang lumayan pedas. Udang saos inggrisnya juga enak, manisnya pas, tapi mungkin kalau saya yang jual pasti saya kasih pilihan pakai kepala atau sudah dalam bentuk potongan karena saya tidak suka makan kepala udang. Bakminya juga mantep banget, gak bikin bosan meskipun banyak. Juice kopyornya juga enak, gak terlalu manis dan masih ada kelapa di bagian bawah. Surabaya yang terkenal dengan sambalnya yang mantap juga membuat Primarasa tidak ketinggalan dalam menjual sambal, jadi disini juga menyediakan sambal untuk dijadikan oleh - oleh, saya belum coba sih jadi tidak tau seperti apa rasanya. Buat kamu yang sedang mencari restoran keluarga dengan rasa yang mantap, Primarasa wajib dicoba.
Read more!

Warung Ojo Lali: Makan Gurita dan Salmon Murah di Surabaya Barat


Kuliner kali ini akan menyentuh daerah di Surabaya yang paling jarang saya kunjungi, yaitu Surabaya barat. Kebetulan saya akan pulang dari Food Junction di Grand Pakuwon dan mencari makanan enak dan murah apa sih yang ada di daerah sini. Setelah browsing ternyata ada tempat makan yang menyediakan makanan unik, saya dari dulu browsing tidak pernah menemukan makanan ini di Surabaya. Nama tempat makannya adalah warung ojo lali yang terletak di jalan Manukan Tengah nomor 19, Surabaya. Makanan unik apa sih yang ada disini? setidaknya saya menemukan 4 makanan unik yang dijual disini, yaitu hiu, salmon, gindara, dan gurita. Makanan yang jarang ditemukan ini dijual dengan harga yang sangat murah, makanan paling mahal disini hanya seharga 18 ribu rupiah. Andaikan warung ini buka di deket kampus ya pasti saya sering mampir kesini. Rute menuju kesini cukup mudah, cari saja Giant Express manukan, nah di depan Giant itu ada jalan Manukan Tengah, susuri saja jalan itu dan warungnya ada di sebelah kiri, tandanya jelas kok ada banner besar bertuliskan "Spesial Hiu".








Kesan pertama saya terhadap warung ini bener - bener unik, tampak depan tidak bakal mengira bahwa yang dijual disini adalah hewan laut yang jarang dijajakan, hanya banner besar itu saja yang membuat orang - orang tahu bahwa yang dijual disini itu unik. Setelah masuk ternyata di masing - masing meja ada dua colokan listrik, bisa buat charge HP atau laptop nih, selain itu juga ada free wifi yang kecepatannya lumayan lah, lebih cepet dari fastfood 24 jam bahkan, udah mirip dengan kafe lah ya fasilitasnya. Perpaduan antara makanan unik, warung yang sederhana, dan fasilitas anak muda ini membuat saya terheran - heran, keren banget bapak pemiliknya bisa tahu apa yang dicari oleh anak muda. Selain empat hewan yang sudah saya sebutkan di paragraf sebelumnya tadi, ada juga hewan yang masih biasa ditemukan di warung lain seperti cumi, kakap, tuna, dori, rajungan, dan udang. Nah, ada beberapa tipe pengolahan makanan yang ada disini, ada steak, fish steak, rica - rica, bakar, soup, dan blackpaper. Ada hewan yang bisa ditemukan di hampir semua olahan seperti hiu, ada pula hewan yang hanya ada di sedikit olahan seperti rajungan. Setelah makanan keluar saya pun langsung melahapnya, rasanya enak, apalagi sausnya, sampai bersih deh kalo makan. Menurut saya yang membuat harganya murah adalah tidak berwujud ikan aslinya, jadi udah diolah menjadi bentuk seperti martabak, tetapi tidak menghilangkan rasa asli dari ikannya kok. Mantap deh!
Read more!

Food Junction Grand Pakuwon: Tempat Paling Pas Menikmati Senja di Surabaya


Pakuwon memang sangat mahir dalam membuat sebuah tempat yang dikunjungi oleh banyak orang. Setelah membuat Food Festival di Pakuwon City Surabaya Timur, beberapa waktu yang lalu Pakuwon kembali membuat sebuah tempat yang menjadi viral di media sosial, nama tempat tersebut adalah Food Junction yang ada di perumahan Grand Pakuwon, Surabaya Barat. Rute yang harus dilalui untuk mencapai Grand Pakuwon cukup mudah, cari saja jalan Banyu Urip yang dimulai dari jalan layang pasar kembang, lurus terus saja ke arah barat hingga menemukan gerbang besar di sebelah kanan jalan bertuliskan Grand Pakuwon, rute ini dilalui jika anda dari timur dan pusat ya. Setelah masuk ke dalam perumahan maka akan langsung nampak di sebelah kiri area dari Food Junction, suatu kemajuan untuk kenyamanan pengendara motor, tempat parkir motor ditempatkan di bawah jalan layang perumahan sehingga tidak kehujanan. Setelah itu kamu bisa langsung masuk ke dalam area food court yang berisi berbagai macam brand makanan dan minuman, bener - bener rame. Berhubung saya masih belum pingin makan jadi saya langsung ke area danau yang foto - fotonya sedang marak muncul di timeline media sosial saya. Tidak heran hal itu bisa terjadi, emang bener - bener keren area terbuka ini, padahal saat itu masih sore.










Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan disana, mulai dari foto - foto di anjungan, duduk - duduk menikmati senja (bener - bener banyak kursi disini), melihat ketinggian area sekitar dengan naik bianglala, main wahana air seperti sepeda air, main mobil - mobilan mengitari tepi danau, atau foto - foto di area taman lampion (khusus ini buka hanya malam saja). Banyak nya kegiatan yang bisa dilakukan ini membuat berbagai kalangan mengunjungi tempat ini, mulai dari keluarga bermobil mewah yang ingin menikmati kuliner, sampai anak - anak remaja tanggung yang datang hanya untuk foto - foto saja seperti saya, hehehe. Semakin sore akan semakin banyak pengunjung yang datang kesini karena panas matahari yang sudah mulai tidak menyengat membuat semakin nyaman untuk bercengkrama di area outdoor. Saat saya datang cuaca sedang cerah, matahari yang akan terbenam sama sekali tidak tertutup oleh awan sehingga perpaduan yang sangat cantik antara bianglala yang terus berputar, air mancur tengah danau yang sudah mulai disinari lampu, dan ada matahari di tengah - tengah akan menutup hari dengan indah. Jadi buat kamu yang pingin mencari wisata alternatif yang ada di Surabaya, tempat ini wajib dikunjungi.
Read more!

25 Maret 2016

Fenomena Kepala Daerah Berkinerja Luar Biasa

sumber gambar: http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/08/13/412594/paging/670x335/menyertakan-kepala-daerah-berprestasi-rev2.jpg
"Media massa adalah pilar demokrasi yang keempat"
Pengaruh otonomi daerah ini sangat luar biasa, setidaknya yang terlihat di media massa. Saat ini banyak sekali kepala daerah yang memiliki prestasi gemilang di berbagai bidang, bahkan seakan - akan mereka saling berlomba untuk menjadikan daerahnya lebih baik dari daerah lain, terutama daerah sekelilingnya. Hal ini sepertinya bermula ketika Jokowi menunjukkan kinerja yang sangat baik saat memimpin kota Solo hingga mendapatkan suara yang hampir mutlak saat Pilkada dan berhasil meneruskan pengabdian menjadi walikota Solo untuk periode yang kedua. Saat sedang asyiknya memberikan sentuhan manis di kota Solo, Jokowi diminta mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta karena popularitasnya yang tinggi, alhasil terpilihlah Jokowi menjadi gubernur. Sejak saat itu media mulai memberitakan berbagai daerah yang memiliki kepala daerah yang bagus seperti Surabaya dengan Bu Risma, kota Bandung dengan Ridwan Kamil, Jawa Tengah dengan pak Ganjar, dan lain sebagainya. Fenomena ini menjadi sangat menarik karena secara tidak langsung membuat masyarakat bangga jika daerahnya dipimpin oleh orang yang keren dan mereka akan memberikan yang terbaik juga untuk daerahnya, seperti ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemerintah daerah.

Secara pribadi saya senang dengan fenomena ini, karena membuat masyarakat semakin cerdas dalam memilih kepala daerahnya. Sayang seribu sayang, ada hal negatif juga yang muncul, yaitu membengkaknya pengeluaran pemerintah hanya untuk memilih seorang pemimpin, kalau kepala daerahnya bagus sih gak masalah ya, tetapi kalau tidak bagus kan bisa dihitung rugi dua kali dong. Meskipun saat ini media diterpa banyak isu mulai dari mendukung salah satu pihak saja dan memberitakan berita yang tidak bermutu, setidaknya mereka masih memberikan dampak positif demi kemajuan bangsa ini. Sekarang ada hal yang masih belum terjadi dan saya berantusias menantinya, yaitu rakyat di masing - masing daerah menuntut kepada daerahnya untuk berkinerja seperti kepala daerah di daerah yang sudah bagus. Hal ini belum terjadi karena informasi secara mendetail tentang kinerja suatu daerah belum menyebar secara merata dan kepedulian masyarakat belum tinggi. 

Hal lain yang menurut saya menarik adalah kecocokan bidang keahlian kepala daerah dengan daerah yang dipimpinnya, seperti Ridwan Kamil dengan bidang keahlian arsitektur sangat cocok memimpin Bandung yang jika disentuh oleh arsitek kelas dunia akan menjadi kota kelas dunia pula. Ada pula pak Azwar Anas dengan bidang keahlian sosial sukses mengembangkan ekonomi kerakyatan di kabupaten Banyuwangi, belum tentu pak Ridwan Kamil sukses jika memimpin Banyuwangi. Maka dari itu sangat penting untuk melihat bidang keahlian calon kepala daerah saat Pilkada, kalau cocok ya hasilnya bakal bagus. Peran media juga sangat besar, bu Risma bisa bertahan dari berbagai serangan salah satunya berkat peran media yang selalu memberitakan masalah yang dialami oleh walikota Surabaya ini sehingga masyarakat menjadi peduli dan memberikan dukungan secara langsung. Mari membangun negeri dari masing - masing tempat kita berdiri saat ini!
Read more!

Startup Menjadi Primadona Baru di Indonesia


Sebagai orang yang kuliah di bidang IT, rasanya kata - kata "startup" menjadi makanan sehari - hari dan menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Startup memiliki pengertian perusahaan yang baru saja dirintis dan masih berskala kecil, tetapi lambat laun pengertian itu menjadi semakin spesifik ke arah perusahaan yang bergerak di bidang atau berbasis teknologi serta memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar. Saat ini startup sangat identik dengan aplikasi dan website yang didukung oleh internet. Misalnya saja ada jasa delivery makanan dan minuman tetapi menggunakan internet sebagai media untuk berkomunikasi, maka bisa disebut sebagai startup. Startup menjadi lebih akrab terdengar di telinga masyarakat umum ketika seorang presiden Indonesia datang ke Silicon Valley dengan salah satu tujuannya untuk membantu startup Indonesia berkembang pesat karena ada sebuah gerakan sampai tahun 2020 akan ada 1000 startup yang didukung oleh pihak - pihak seperti pemerintah dan investor. Hal ini membuat orang - orang semakin penasaran apa sih itu startup dan dampaknya seperti apa jika ada banyak startup di Indonesia.

Saat saya menuliskan post ini sedang hangat dibicarakan di berbagai media tentang konflik antara kendaraan umum "modern" dengan kendaraan umum konvensional, meskipun kendaraan umum "modern" tersebut sudah tidak cocok lagi disebut sebagai startup, tetapi awal mereka berdiri dulu juga melalui jalan yang sama dengan startup yang sekarang masih bayi, dengan kata lain startup yang masih bayi ini juga akan mengalami risiko yang sama jika sudah dewasa dan tidak menjadi bayi lagi. Pemerintah sadar bahwa mau tidak mau, teknologi akan masuk ke dalam segala penjuru kehidupan masyarakat, jika pemerintah bersikap menutup diri dan menolak hal tersebut, maka hasilnya akan setengah - setengah karena sudah tidak bisa dibendung lagi perkembangan teknologi ini. Maka dari itu pemerintah memutuskan untuk mendukung penuh hingga dicarikan bantuan sampai pusat segala perusahaan teknologi berada, Silicon Valley. 

Hal ini menjadi kesempatan yang sangat besar untuk seluruh anak muda di Indonesia, terutama yang berada di bidang IT karena 1000 bukan jumlah yang sedikit sehingga tidak sulit untuk menjadi bagian dari program ini. Startup telah memberikan berbagai dampak di bidang lain seperti anak muda yang semakin peduli dengan kondisi di sekitar mereka, berlomba - lomba memecahkan masalah, meskipun ada yang tujuannya tidak murni untuk kemanusiaan, setidaknya apa yang mereka lakukan sudah berdampak baik bagi lingkungan sekitar. Ada banyak cara masuk ke dunia startup ini, di kota tempat saya kuliah sendiri ada sebuah inkubator bernama Start Surabaya yang didukung penuh oleh pemerintah, beruntung sekali kota ini karena pertama kali ada pemerintah kota yang mendukung penuh gerakan anak muda yang sangat positif ini. 

Disini bagi startup yang lolos seleksi akan diberikan materi dan bimbingan dari mentor - mentor yang sudah berpengalaman sehingga startup yang dijalankan bisa sukses dan tidak berhenti di tengah jalan. Perusahaan juga sudah mulai memberikan perhatian di bidang ini, contohnya Telkom Indonesia yang mendirikan Bandung Digital Valley dan Jogja Digital Valley untuk menampung anak - anak muda kreatif harapan bangsa. Menurut saya di tengah kondisi bangsa yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan ke arah yang lebih baik di bidang korupsi dan kesejahteraan masyarakat ini, peran anak muda sangat besar dan akan berpengaruh positif jika benar - benar ada 1000 startup berjalan dengan mulus di negara ini. Mari kita dukung pemerintah agar hal tersebut bisa tercapai.

Referensi: http://tekno.kompas.com/read/2016/02/18/14150037/Jokowi.Cari.Pelatih.Startup.dari.Silicon.Valley.
Sumber gambar: https://e27.co/wp-content/uploads/2015/05/startup.jpg
Read more!

14 Maret 2016

BonChon: Cobain Makan Ayam Goreng dari Korea


Jalan - jalan pada hari Minggu kemarin disponsori oleh orang tua, Alhamdulillah. Jalan - jalan bersama orang tua membuat dompet pada hari itu tidak menangis, perut pun senang, hati gembira. Jadi kesempatan ini saya buat untuk mencoba makanan yang belum pernah saya makan sebelumnya. Kali ini saya mencoba BonChon yang terletak di Galaxy Mall lantai 2, selain disini mereka juga membuka cabang di Tunjungan Plaza kalau di Surabaya, jadi tinggal pilih mau cobain yang mana. BonChon ini layaknya restoran cepat saji yang sudah banyak beredar di Indonesia, hanya saja asal restoran yang berasal dari Korea Selatan membuat restoran ini lebih menarik karena jarang restoran cepat saji yang berasal dari negara yang lagi naik daun tersebut. Makanan yang disediakan disini selain ayam goreng yang menjadi makanan utama ada juga makanan khas Korea Selatan seperti special bibimbap, bulgogi, dan topokki. Setelah melihat - lihat gambar makanan di lembaran menu, akhirnya saya memesan special bibimbap seharga 40 ribuan dan pesan minum sjora seharga 13 ribuan.







Hanya saya saja yang memesan makanan yang khas Korea karena keluarga saya memesan ayam goreng biasa, tetapi tidak apa - apa karena saya juga penasaran gimana olahan ayam goreng dari Korea, kali aja beda dengan olahan ayam dari amerika yang sudah membanjiri pasar Indonesia. Setelah menunggu pesanan pun datang, special bibimbap yang datang di hadapan saya terdiri dari sayuran, daging ayam, dan telur setengah matang. Buat rasa jangan ditanya, enak banget, apalagi kalau porsinya tidak sampai membuat bosan sehingga malah pingin makan lagi. Saya juga memcicipi ayam goreng yang dipesan keluarga saya, rasanya emang sedikit berbeda dengan restoran cepat saji yang lain, saya tidak tahu perbedaannya terletak dimana, tetapi emang rasanya enak. Setelah itu saya meminum sjora, sjora itu adalah minuman olahan rasa mangga yang disajikan dengan segar sehingga melengkapi lezatnya bulgogi yang saya pesan. Buat yang rame - rame datang kesini ada paket untuk orang banyak dengan harga yang lebih murah sehingga bisa menghemat biaya. Buat yang lagi mampir ke galaxy mall dan di tempat tinggal asalnya belum ada BonChon, wajib dicoba nih.
Read more!

Kedai Wak Edoy: Merasakan Cita Rasa Medan di Malang


Akhir pekan kemarin saya berkunjung ke Malang lagi untuk menghadiri wisuda teman saya di UB. Wisuda yang dilaksanakan pada pagi hari membuat saya dan teman saya dari Surabaya harus berangkat pagi - pagi banget biar gak kena macet di jalan Surabaya-Malang yang sangat rawan macet jika sudah menjelang siang. Nah suasana pagi hari di Malang membuat perut saya dan teman - teman buncit keroncongan sehingga harus mencari tempat makan. Berkeliling jalanan yang biasanya banyak kafe berdiri hanya memberikan penampakan kafe - kafe berjejer yang masih tutup. Setelah berjalan menyusuri jalan Kalpataru akhirnya ada sebuah tempat makan yang sudah buka dan pengunjungnya lumayan rame, jadilah kami kesana. Nama tempat ini adalah Kedai Wak Edoy yang terletak di jalan Coklat nomor 5, Malang. Nampak dari luar tempat makan ini sama saja dengan banyak tempat makan yang lain, malah nampak lebih sederhana karena bukan kafe tetapi kedai. Setelah masuk dan membaca beberapa menu yang ada di dinding, saya jadi sadar bahwa menu yang ada disini lain daripada yang lain, banyak nama - nama aneh yang belum pernah saya temui di tempat lain, sebenarnya bukan nama asing, tetapi perpaduan antar kata yang menurut saya aneh.
















Beberapa makanan yang ada disini adalah mie pecel rendang, indomie medan, nasi gurih rendang, lontong sayur rendang, daun umbi tumbuk, jengkol rendang, dan soto medan daging. Saya sendiri memesan nasi gurih rendang seharga 16 ribu karena perut saya yang butuh asupan nasi. Pilihan menu minuman yang ada disini juga tidak kalah menarik, ada es jagung, es kolding, es timun, es markisa, kopi pancung, kopi kocar kacir, dan teh susu telor. Saya memesan es jagung, penasaran sih sama rasanya, harganya juga terjangkau hanya 8 ribu saja. Ohya, ketika datang pagi hari seperti saya, hanya ada beberapa menu makanan yang bisa dipesan seperti nasi gurih, lontong sayur, dan pecel. Setelah menunggu beberapa lama saya pun mendapatkan pesanan saya, gak sabar buat mencoba. Jadi nasi gurih disini bisa disebut juga nasi uduk. Rasanya enak, apalagi rendangnya empuk dan sedap, jadilah satu porsi habis dalam sekejap. Paling menarik adalah es jagung, setelah saya coba rasanya seperti campuran beberapa minuman. Mengandung rasa dawet, jasuke, dan beberapa minuman yang lain. Secara umum rasanya enak, harganya juga enak, ya emang Malang surganya kuliner lah. Jadi buat kamu yang pingin mencari kuliner serba Medan, patut dicoba.
Read more!
badge