25 Maret 2016

Fenomena Kepala Daerah Berkinerja Luar Biasa

sumber gambar: http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/08/13/412594/paging/670x335/menyertakan-kepala-daerah-berprestasi-rev2.jpg
"Media massa adalah pilar demokrasi yang keempat"
Pengaruh otonomi daerah ini sangat luar biasa, setidaknya yang terlihat di media massa. Saat ini banyak sekali kepala daerah yang memiliki prestasi gemilang di berbagai bidang, bahkan seakan - akan mereka saling berlomba untuk menjadikan daerahnya lebih baik dari daerah lain, terutama daerah sekelilingnya. Hal ini sepertinya bermula ketika Jokowi menunjukkan kinerja yang sangat baik saat memimpin kota Solo hingga mendapatkan suara yang hampir mutlak saat Pilkada dan berhasil meneruskan pengabdian menjadi walikota Solo untuk periode yang kedua. Saat sedang asyiknya memberikan sentuhan manis di kota Solo, Jokowi diminta mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta karena popularitasnya yang tinggi, alhasil terpilihlah Jokowi menjadi gubernur. Sejak saat itu media mulai memberitakan berbagai daerah yang memiliki kepala daerah yang bagus seperti Surabaya dengan Bu Risma, kota Bandung dengan Ridwan Kamil, Jawa Tengah dengan pak Ganjar, dan lain sebagainya. Fenomena ini menjadi sangat menarik karena secara tidak langsung membuat masyarakat bangga jika daerahnya dipimpin oleh orang yang keren dan mereka akan memberikan yang terbaik juga untuk daerahnya, seperti ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemerintah daerah.

Secara pribadi saya senang dengan fenomena ini, karena membuat masyarakat semakin cerdas dalam memilih kepala daerahnya. Sayang seribu sayang, ada hal negatif juga yang muncul, yaitu membengkaknya pengeluaran pemerintah hanya untuk memilih seorang pemimpin, kalau kepala daerahnya bagus sih gak masalah ya, tetapi kalau tidak bagus kan bisa dihitung rugi dua kali dong. Meskipun saat ini media diterpa banyak isu mulai dari mendukung salah satu pihak saja dan memberitakan berita yang tidak bermutu, setidaknya mereka masih memberikan dampak positif demi kemajuan bangsa ini. Sekarang ada hal yang masih belum terjadi dan saya berantusias menantinya, yaitu rakyat di masing - masing daerah menuntut kepada daerahnya untuk berkinerja seperti kepala daerah di daerah yang sudah bagus. Hal ini belum terjadi karena informasi secara mendetail tentang kinerja suatu daerah belum menyebar secara merata dan kepedulian masyarakat belum tinggi. 

Hal lain yang menurut saya menarik adalah kecocokan bidang keahlian kepala daerah dengan daerah yang dipimpinnya, seperti Ridwan Kamil dengan bidang keahlian arsitektur sangat cocok memimpin Bandung yang jika disentuh oleh arsitek kelas dunia akan menjadi kota kelas dunia pula. Ada pula pak Azwar Anas dengan bidang keahlian sosial sukses mengembangkan ekonomi kerakyatan di kabupaten Banyuwangi, belum tentu pak Ridwan Kamil sukses jika memimpin Banyuwangi. Maka dari itu sangat penting untuk melihat bidang keahlian calon kepala daerah saat Pilkada, kalau cocok ya hasilnya bakal bagus. Peran media juga sangat besar, bu Risma bisa bertahan dari berbagai serangan salah satunya berkat peran media yang selalu memberitakan masalah yang dialami oleh walikota Surabaya ini sehingga masyarakat menjadi peduli dan memberikan dukungan secara langsung. Mari membangun negeri dari masing - masing tempat kita berdiri saat ini!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge