25 Maret 2016

Startup Menjadi Primadona Baru di Indonesia


Sebagai orang yang kuliah di bidang IT, rasanya kata - kata "startup" menjadi makanan sehari - hari dan menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Startup memiliki pengertian perusahaan yang baru saja dirintis dan masih berskala kecil, tetapi lambat laun pengertian itu menjadi semakin spesifik ke arah perusahaan yang bergerak di bidang atau berbasis teknologi serta memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar. Saat ini startup sangat identik dengan aplikasi dan website yang didukung oleh internet. Misalnya saja ada jasa delivery makanan dan minuman tetapi menggunakan internet sebagai media untuk berkomunikasi, maka bisa disebut sebagai startup. Startup menjadi lebih akrab terdengar di telinga masyarakat umum ketika seorang presiden Indonesia datang ke Silicon Valley dengan salah satu tujuannya untuk membantu startup Indonesia berkembang pesat karena ada sebuah gerakan sampai tahun 2020 akan ada 1000 startup yang didukung oleh pihak - pihak seperti pemerintah dan investor. Hal ini membuat orang - orang semakin penasaran apa sih itu startup dan dampaknya seperti apa jika ada banyak startup di Indonesia.

Saat saya menuliskan post ini sedang hangat dibicarakan di berbagai media tentang konflik antara kendaraan umum "modern" dengan kendaraan umum konvensional, meskipun kendaraan umum "modern" tersebut sudah tidak cocok lagi disebut sebagai startup, tetapi awal mereka berdiri dulu juga melalui jalan yang sama dengan startup yang sekarang masih bayi, dengan kata lain startup yang masih bayi ini juga akan mengalami risiko yang sama jika sudah dewasa dan tidak menjadi bayi lagi. Pemerintah sadar bahwa mau tidak mau, teknologi akan masuk ke dalam segala penjuru kehidupan masyarakat, jika pemerintah bersikap menutup diri dan menolak hal tersebut, maka hasilnya akan setengah - setengah karena sudah tidak bisa dibendung lagi perkembangan teknologi ini. Maka dari itu pemerintah memutuskan untuk mendukung penuh hingga dicarikan bantuan sampai pusat segala perusahaan teknologi berada, Silicon Valley. 

Hal ini menjadi kesempatan yang sangat besar untuk seluruh anak muda di Indonesia, terutama yang berada di bidang IT karena 1000 bukan jumlah yang sedikit sehingga tidak sulit untuk menjadi bagian dari program ini. Startup telah memberikan berbagai dampak di bidang lain seperti anak muda yang semakin peduli dengan kondisi di sekitar mereka, berlomba - lomba memecahkan masalah, meskipun ada yang tujuannya tidak murni untuk kemanusiaan, setidaknya apa yang mereka lakukan sudah berdampak baik bagi lingkungan sekitar. Ada banyak cara masuk ke dunia startup ini, di kota tempat saya kuliah sendiri ada sebuah inkubator bernama Start Surabaya yang didukung penuh oleh pemerintah, beruntung sekali kota ini karena pertama kali ada pemerintah kota yang mendukung penuh gerakan anak muda yang sangat positif ini. 

Disini bagi startup yang lolos seleksi akan diberikan materi dan bimbingan dari mentor - mentor yang sudah berpengalaman sehingga startup yang dijalankan bisa sukses dan tidak berhenti di tengah jalan. Perusahaan juga sudah mulai memberikan perhatian di bidang ini, contohnya Telkom Indonesia yang mendirikan Bandung Digital Valley dan Jogja Digital Valley untuk menampung anak - anak muda kreatif harapan bangsa. Menurut saya di tengah kondisi bangsa yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan ke arah yang lebih baik di bidang korupsi dan kesejahteraan masyarakat ini, peran anak muda sangat besar dan akan berpengaruh positif jika benar - benar ada 1000 startup berjalan dengan mulus di negara ini. Mari kita dukung pemerintah agar hal tersebut bisa tercapai.

Referensi: http://tekno.kompas.com/read/2016/02/18/14150037/Jokowi.Cari.Pelatih.Startup.dari.Silicon.Valley.
Sumber gambar: https://e27.co/wp-content/uploads/2015/05/startup.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge