25 April 2016

Beras Basah: Keindahan Pulau Kecil yang Berada di Dekat Kilang


Wisata terakhir saya di Bontang, setidaknya dalam rangkaian kunjungan kali ini, siapa tahu besok - besok kesini lagi kan. Wisata terakhir bakal sangat berkesan jika merupakan wisata paling kece, dan saya mengalami itu, menurut saya dari semua tempat yang saya kunjungi selama disini, wisata kali ini adalah yang paling kece, dan paling memberi pengalaman. Jadi kali ini saya mengunjungi pulau Beras Basah yang sudah terkenal di Bontang karena keindahannya. Kami berangkat saat pagi hari karena tidak ingin terlalu siang sampai disana, selain itu kami berangkat dengan modal nekat karena setahu kami tidak ada kapal laut umum untuk menuju kesana sehingga kami berharap ada rombongan lain yang membutuhkan anggota lagi, hehehe. Kami pun berangkat ke pelabuhan Tanjung Laut dengan berharap - harap cemas berharap rencana kami ke Beras Basah dapat terwujud. Pucuk dicinta, ulam pun tiba, seperti itulah keberuntungan kami saat itu, ternyata ada rombongan lain yang jumlahnya 8 orang sedangkan kapasitas kapal ideal adalah 10 orang sehingga saya dan teman saya bisa ikut rombongan tersebut, yeeey.














Perjalanan memakan waktu kurang lebih 45 menit dengan kondisi ombak yang tidak terlalu ganas, jadi tidak bikin khawatir. Setelah sampai ternyata sudah banyak orang yang ada di pulau ini, di kejauhan nampak mercusuar yang tampak kokoh berdiri. Tidak menunggu lama saya dan teman saya pun mulai menyusuri bibir pantai di pulau kecil ini. Meskipun tergolong pulau kecil tetapi fasilitas yang ada disini cukup lengkap, ada penyewaan tenda terpal, ada kamar mandi yang jika masuk minimal bawa uang 5 ribu untuk membeli satu jirigen air bersih, ada warung - warung makan yang harganya cukup mahal, ada juga wahana air seperti banana boat. Setelah sampai di area sekitar mercusuar, saya pun tertarik berjalan ke darah pemecah ombak di kejauhan karena airnya lagi surut sehingga bisa berjalan sejauh itu. Ternyata pilihan saya tidak salah, pemandangan pulau dari atas pemecah ombak dekat mercusuar sungguh indah, apalagi awan saat itu bagus banget. Foto - foto di daerah ini adalah yang terbaik, tapi ingat ya harus sebelum jam 12 siang agar airnya dalam kondisi surut. Setelah berkeliling saya pun mencari rombongan kapal saya agar tidak berpisah, ternyata mereka menyewa tenda dan saya beristirahat di tenda yang sama. Kebiasaan saya saat wisata pantai seperti ini adalah tidak lebih dari 2 jam karena tidak ada lagi yang bisa dilakukan, tetapi ternyata rombongan saya ini suka sekali bermain di pantai sehingga saya hanya tiduran di tenda dari jam 1 siang sampai jam 4 sore untuk menunggu rombongan ini selesai menikmati pantai. Pelajaran berharga lah ya, kalau mau hemat (saya hanya menghabiskan 50 ribu untuk naik kapal), ya risiko tanggung sendiri, hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge