08 Mei 2016

Pentingnya Sebuah Kolaborasi


Akhir pekan lalu sebelum saya kembali ke Surabaya dari Bontang, saya mampir ke Jakarta dulu untuk memenuhi undangan 20 besar kompetisi yang bernama Incode. Kesempatan emas ini tidak saya lewatkan karena ditanggung seluruh transportasi dan akomodasi serta mendapatkan kesempatan emas memperkenalkan start up yang sedang saya buat bersama teman - teman ke pihak - pihak yang bisa mendukung start up kita mulai dari investor, organisasi sosial, dan lembaga terkait. Acara tersebut sangat unik dan menarik karena nilai utama yang dibawa adalah "kolaborasi" dan hasilnya emang menakjubkan, akan saya bahas di paragraf selanjutnya. Semakin lama masyarakat negara kita tercinta ini semakin lupa nilai - nilai luhur yang sudah ada sejak jaman nenek moyang, salah satunya adalah gotong royong. Gotong royong adalah nilai luhur yang saat ini bisa diartikan sebagai kolaborasi karena mempunyai makna yang sama, bahu membahu antar golongan untuk mencapai tujuan bersama yang baik. Fenomena yang saat ini terjadi adalah sama - sama mempunyai tujuan yang baik, tetapi dilakukan secara individu dan pada akhirnya yang terjadi adalah bersaing.

Sebagai contoh sebuah event yang sama - sama bertujuan untuk memecahkan solusi menggunakan teknologi, masing - masing perusahaan membuat event yang sama dan akhirnya berebut peserta dan dampaknya pun tidak terlalu besar dibandingkan jika para pembuat event tersebut berkolaborasi. Saya akan sedikit bercerita tentang pemenang dari lomba Incode kemarin. Pemenangnya adalah tim yang terdiri dari lembaga penyedia layanan bantuan untuk tuna rungu dengan bantuan bahasa isyarat, kemudian ada programmer, dan tentu saja designer. Kolaborasi dari beberapa pihak tersebut menghasilkan sebuah solusi yang membuat dewan juri berdecak kagum, aplikasi yang membantu tuna rungu mendapatkan bahasa isyarat dari HP sehingga mereka bisa melakukan segala aktivitas interaksi dengan orang lain secara mandiri tanpa perlu didampingi penerjemah bahasa isyarat lagi. Hasil kolaborasi ini membuktikan bahwa jika berjalan sendiri - sendiri, hasilnya tidak akan bagus, jika penyedia layanan bantuan melakukan aktivitasnya sendiri, maka mereka akan kesulitan dalam ketersediaan resource karena jumlah penerjemah hanya sedikit, jika programmer berjalan sendiri maka mereka tidak tahu komunitas mana saja yang seharusnya mereka masuki. Gotong royong saat ini tidak lagi hanya untuk hal - hal klasik seperti membersihkan lingkungan bersama tetangga, membantu acara nikahan tetangga, dan sejenisnya. Gotong royong saat ini sudah berkembang menjadi bahu membahu menyelesaikan masalah yang lebih besar, dengan bantuan teknologi dampak yang dihasilkan pun akan lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge