20 Juni 2016

Semua Jenis Orang Itu Ada Lho!


Sebenarnya saya sudah terpikir hal ini sudah sejak lama. Tetapi baru bisa mengungkapkan dengan lebih mudah dicerna baru beberapa waktu yang lalu setelah ingat kalau ada suatu bentuk gambar yang bernama kuandran, hehehe. Meskipun sudah makan asam garam kuadran saat kuliah ternyata tetap tidak bisa tertancap dalam hingga saat dibutuhkan kuadran itu tetap tidak muncul di kepala. Oke mari kembali ke bahasan utama, jadi pemikiran saya ini muncul karena telinga saya mendengar banyak sekali omongan tentang orang lain yang mana saya tidak setuju dengan omongan itu, jadi tulisan atau pendapat ini murni dari pemikiran saya sendiri sehingga jika ada yang tidak setuju ya tidak masalah, pemikiran setiap orang kan emang beda - beda. Nah, pemikiran yang membuat saya tersentil adalah yang mengatakan bahwa orang yang terlihat tidak terlalu agamis itu biasanya juga hidupnya tidak baik, dalam arti tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Padahal sejauh saya tau sampai detik ini, semua tipe orang itu ada, benar - benar lengkap lah ciptaan Allah itu hingga manusia bisa saling belajar dan mengambil contoh dari setiap yang ada di dunia.


Setelah saya mencari - cari bagaimana bentuk mudahnya ternyata bisa dijelaskan dengan 4 kuadran yang sudah awam dipakai untuk menjelaskan berbagai hal ini. Tentu saja kuadran satu dari gambar yang telah saya buat itu merupakan impian semua orang, kalau dalam agama saya menyebutnya Hablum Minallah (hubungan dengan Allah) dan Hablum Minannas (hubungan dengan sesama manusia), jika hubungan vertikal dan horizontal itu sudah baik, maka itulah sebaik - baiknya manusia. Nah, yang paling kita hindari adalah menjadi manusia di kuandran empat, dimana hubungan horizontal dan vertikalnya sama - sama buruk. Seringkali orang - orang lupa bahwa masih ada orang dengan tipe kuadran dua dan kuadran tiga (saya yakin pembaca disini pasti tidak lupa), dimana masih ada salah satu sisi yang belum baik sehingga harus ditingkatkan. Nah, hal yang agak mengganggu adalah komentar - komentar orang yang sok tau dan bahkan bisa sampai memberikan penilaian yang salah. Sebagai contoh dalam orang - orang di sekitar saya, ada lho orang yang hubungan vertikalnya masih kurang tetapi kalau hubungan horizontalnya jangan ditanya, hatinya bagaikan malaikat dan suka membantu sesama. Ada juga teman saya yang hubungan vertikalnya sudah bagus tetapi malah hubungan horizontalnya ke orang yang membutuhkan masih kurang. Semua tipe orang itu ada di dunia, tugas kita adalah saling mengingatkan untuk memperbaiki yang masih kurang dan jangan sampai memberikan penilaian yang buruk terhadap orang lain, apalagi kalau berdasarkan gosip semata, hmm.
Read more!

17 Juni 2016

Babeh Street: Citarasa Nusantara Berbalut Nuansa Modern


Wisata kuliner kali ini akan dilakukan saat buka puasa karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Memilih tempat buka puasa jarang sekali dilalui dengan menunjuk sebuah tempat tertentu, selalu ada banyak pilihan yang bikin bingung, hehehe. Nah, kali ini saya dan teman - teman mengunjungi restoran bernama Babeh Street yang terletak di jalan Slamet nomor 31, Surabaya. Lokasinya sangat strategis karena dekat dengan Grand City Mall. Sebenarnya sudah lumayan lama restoran ini berdiri tetapi baru ada kesempatan dateng kesini saat buka bersama. Terlihat dari luar sepertinya tempat ini keren, luas dan desainnya bagus. Setelah masuk dugaan saya benar, konsep desain interior yang dipakai mirip - mirip dengan kafe - kafe kekinian tetapi dengan tempat yang lebih luas. Jika kamu dateng kesini saat bulan puasa seperti ini alangkah lebih baik reservasi dulu jika akan buka bersama disini karena saya tidak reservasi dan beruntung masih ada satu meja kosong yang cukup menampung kami berempat. Setelah duduk kami pun duduk dan mulai melihat - lihat makanan dan minuman yang ada disini, ada hal yang menarik disini.




























Setahu saya dan berdasarkan pengalaman saya jika kafe - kafe kekinian biasanya tidak ramah terhadap orang - orang yang sukanya makan banyak, biasanya sih mahasiswa laki - laki. Mengapa bisa begitu? karena menu yang disajikan tidak jauh dari menu - menu barat kurang mengenyangkan bagi kami (mahasiswa laki - laki yang porsi makannya banyak). Nah, begitu melihat menu di restoran ini saya langsung bahagia karena banyak sekali menu mengenyangkan yang disajikan, hampir seluruh main course yang disajikan ada nasinya dengan lauk yang sangat Indonesia, keren banget. Beberapa pilihan makanan yang ada disini mulai dari camilan seperti chicken nugget hingga roti bakar yang harganya berkisar 11-21 ribu rupiah. Kemudian dilanjutkan dengan main course dengan menu favorit adalah nasi gila babeh seharga 28 ribu, jadi nasi gila ini dimasak menggunakan bumbu pedas dan nasinya pun ditambahkan dengan margarin/mentega, rasanya pun enak banget karena bumbunya sangat kuat. Saya sendiri memesan nasi daging babeh yang terdiri dari empal lembut kemudian ada tempe dan tahu. Rasanya? enak banget, aromanya saja sangat menggoda, apalagi saat dimakan begitu buka puasa, hmm. Menu lain yang ada disini mulai dari aneka nasi goreng dan mie goreng, kemudian ada masakan tradisional seperti tahu tek, gado - gado, rujak manis, bahkan mie kriuk. Jika malas makan nasi maka ada pilihan berbagai pasta seperti aneka spaghetti. Minuman yang disediakan disini pun juga tidak kalah menarik karena ada aneka kopi dan teh seperti espresso, latte, cappuccino, red velvet latte, hingga susu segar. Jika pingin sehat jangan khawatir karena disini juga menyediakan aneka jus seharga belasan ribu rupiah. Aneka soda hingga minuman campuran seperti ginger lemon juga ada disini. Wajib dicoba lah menurut saya kalau kamu lagi ada di sekitar sini.
Read more!

12 Juni 2016

Food Festival: Food Court Baru dan Nyaman di Kota Pasuruan


Buka puasa bersama teman pertama saya pada tahun ini dilakukan di Pasuruan, puasa di rumah emang paling nikmat deh, udah bareng - bareng dengan keluarga, makanan berlimpah, sahur ada yang bangunin pula, hehehe. Awalnya kami bingung akan buka puasa dimana, setelah berputar - putar kota yang kecil ini maka diputuskanlah akhirnya buka puasa di Food Festival yang terletak di jalan Balaikota Pasuruan, tepatnya di samping apotek pasuruan. Terlihat dari kejauhan kalau tempat yang baru buka beberapa bulan ini cukup menarik dan nyaman untuk dijadikan tempat makan sambil ngobrol, jadinya ya kesini aja deh. Awalnya agak bingung cari tempat parkir karena adanya lahan di atas trotoar, tetapi setelah melihat sekeliling ternyata ada tulisan di atas kardus pakai spidol (mana kelihatan ya kalau malam) yang menandakan tempat parkir ada di halaman belakang bangunan, jadilah saya masuk ke dalam. Setelah parkir saya dan teman - teman pun mencari tempat duduk yang enak, pengunjung bisa memilih antara di dalam bangunan atau di luar bangunan.















Saya akhirnya memilih duduk di dalam bangunan. Ada cukup banyak stan yang berjualan disini, seluruh stan berjualan makanan karena penjual minuman ada di kasir, ya mirip - mirip dengan aiola gitu lah. Ada banyak jenis makanan yang dijual, mulai dari aneka nasi goreng dan mie goreng, kemudian ada sate ayam dan kambing, tahu campur, rujak cingur, aneka soto, lontong balap, bakso, nasi pecel, nasi bakar, nasi timbel, nasi lalapan, seafood, pempek, snack seperti burger, hingga koloke, masih banyak makanan yang belum saya sebutkan. Pilihan minuman pun tidak kalah banyak, mulai dari aneka jus buah, softdrink, aneka es campur - campur, olahan kopi, ice cream, minuman yang ditambahkan float, hingga smoothie. Sembari menunggu makanan saya memerhatikan interior dari tempat ini. Bangunan yang dipakai adalah bangunan yang sudah lama tidak ditempati sehingga kesan tua sangat tampak disini, tetapi kebersihan sangat baik. Meja yang disediakan cukup banyak, lebih dari 30 meja tersedia untuk pengunjung. Ternyata tidak sampai menunggu lama makanan dan minuman pun datang. Saya memesan nasi bakar seharga 12 ribu dan vanilla float seharga 12 ribu juga. Rasa dari makanan dan minuman saya cukup enak, tidak mengecewakan, dan harganya pun juga standar. Boleh lah dicoba kalau lagi pingin kumpul rame - rame.
Read more!

09 Juni 2016

Seoul City: Kedai Makan Korea Hemat Kantong Baru di Surabaya


Kuliner pada kesempatan kali ini akan mengunjungi sebuah tempat yang bener - bener masih baru, berdiri masih dalam hitungan hari, sehingga ada hal yang akan saya tulis pada paragraf selanjutnya. Tempat makan ini menarik karena menyajikan hidangan yang jarang ditemui dengan harga terjangkau di Surabaya karena menyajikan makanan dari negara lain. Nama tempat makannya adalah Seoul City yang terletak di jalan Manyar Jaya V/5 nomor 28 Surabaya, tepatnya berada di samping SMA 17 Agustus 1945. Lokasinya yang ada di daerah kampus membuat keunggulan sendiri karena banyak mahasiswa yang tinggal di sekitar sini. Saat saya masuk tercium bau cat yang menandakan memang tempatnya benar - benar baru, kalau tidak salah belum satu minggu dibuka saat saya datang kesana. Desain interior dari tempat ini mengadopsi stasiun kereta api disana, terlihat dari tulisan - tulisan yang terpajang seperti mengandung kata - kata yang biasa ada di stasiun. Setelah duduk pun kami mulai memesan makanan yang sepertinya lengkap ada di buku menu.












Sayang seribu sayang, menu yang tersedia saat itu hanya tinggal sedikit, dari sekian halaman hanya satu halaman aja yang menu makanannya ready, yaitu menu kategori korean rice bowl. Padahal jika dilihat dari menunya, disini menyediakan banyak sekali makanan mulai dari chicken wings with cheese, cheese tteokbokki, ramyeon, samyang, kimbab, kentang goreng, sampai makanan pencuci mulut ala korea yaitu bingsu. Pilihan minuman disini hanya 7 macam saja yaitu mineral water, mice tea, lychee, gurin, orengi, dan milo. Seperti yang saya tulis di paragraf pertama, hal yang akan saya tulis adalah akan berisiko ketika mengunjungi sebuah tempat yang benar - benar masih baru, sehingga jika saya menuliskan perasaan saya saat itu mungkin saja sudah berbeda saat kamu mengunjunginya karena telah dilakukan perbaikan. Rasa dari makanannya menurut saya biasa saja, hanya berbagai isi dicampurkan menjadi satu, selain itu minuman orengi yang saya pesan persis rasanya dengan ocha, tidak ada rasa jeruk sama sekali. Tempatnya juga panas padahal ada 2 AC yang sudah menyala. Ya semoga ke depan ada perbaikan terus menerus agar pengunjungnya semakin puas, silahkan datang kesini, sebulan lagi ya, hehehe.
Read more!
badge