30 Oktober 2016

Kakkk, Ayam Geprek: Sedapnya Makan Ayam Tanpa Perlu Disuwir


Rupanya jenis makanan ini menjadi tempat jujukan baru yang digandrungi oleh orang - orang di Surabaya, setidaknya sudah menemukan 2 kedai beda kepemilikan yang menjual ayam geprek dan keduanya laris banget. Nah, pada kesempatan kali ini saya mengunjungi sebuah tempat makan bernama Kakkk Ayam Geprek yang terletak di jalan Dharmawangsa nomor 115, Surabaya. Sebenarnya saya udah lama sih tau ada tempat makan ini tapi dari dulu belum sempet untuk mampir kesini. Kebetulan abis nganter adik ke tempat deket sini jadi sekalian aja deh cobain. Setelah masuk tempatnya ternyata tidak terlalu besar, bisa dibayangkan kalo lagi ramai banget banyak yg gak dapet tempat duduk dong. Lokasi yang terbuka membuat tempat ini hanya menggunakan kipas angin dan tanpa AC, lumayan terasa panas sih. Menu yang dapat dipesan saat makan di tempat dan dibawa pulang agak berbeda karena jika makan di tempat kita bisa memilih paket - paket yang membuat harganya lebih murah.





Berbeda jika pembeli akan membawa pulang pesanannya maka tidak berlaku paket - paket tersebut dan harus dibeli sendiri - sendiri. Beberapa paket menarik yang ada adalah ayam geprek (dada/paha atas)+nasi+sop dibanderol dengan harga 18 ribu rupiah, padahal kalau beli sendiri - sendiri untuk ketiga item tersebut kita harus merogoh kocek sebesar 25 ribu rupiah, jauh banget ya harganya. Selain paket yang saya sebutkan barusan, ada 3 paket lain yang dapat dipesan oleh pengunjung, kalau saya sih pesannya paket yg tadi saya ulas. Jika ingin menambah lalapan terong bisa dengan menambah uang 4 ribu rupiah, kalau pete goreng 5 ribu rupiah. Minuman yang disediakan disini juga cukup beragam, mulai dari yang paling umum seperti jeruk dan teh hingga yang jarang ditemuin seperti es lidah buaya. Disini juga menyediakan aneka jus buah dan aneka es campur. Tidak lama menunggu makanan pun datang dan kami siap menyantap. Rasanya emang nendang, bumbunya pas dan lengket di lidah sehingga sampai saya menulis artikel ini pun rasanya masih terasa di lidah, hehehe. Ayam yang disediakan juga lumayan banyak, bahkan adik saya yang biasanya bisa menghabiskan jika makan lalapan biasa aja sampai gak habis. Buat yang lagi di daerah sini boleh lah silahkan mampir, kalo pingin tau jam bukanya lihat aja di go food, kalau tutup pasti ditulis disitu. Selamat mencoba!
Read more!

28 Oktober 2016

Waktunya Muda Berkarya dengan Teknologi


Ingatkah kamu tanggal saat artikel ini ditulis itu adalah tanggal yang sangat spesial terutama untuk anak - anak muda Indonesia? Kalau kamu lupa sebaiknya buka kembali buku RPUL atau buku sejarah saat SMA atau SMP dulu, bahkan Google doodle pun tidak lupa untuk ikut serta merayakannya juga lho hari ini. Tanggal 28 Oktober selalu diingat sebagai hari Sumpah Pemuda dimana 88 tahun anak - anak muda Indonesia kala itu mendeklarasikan sumpah pemuda yang berhasil menggerakkan hati nurani seluruh rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan. Anak muda Indonesia turut andil dalam kemerdekaan Indonesia, bahkan yang menculik founding father Indonesia dulu untuk mendesak proklamasi kemerdekaan juga anak - anak muda lho. Bisa dibayangkan tanpa anak muda bagaimana nasib Indonesia saat ini. Soekarno juga pernah berkata "beri aku 1000 orang tua akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia". Begitu dahsyatnya dampak dari anak - anak muda membuat seorang Soekarno mengucapkan kata - kata yang sangat menggugah tersebut.

Peran anak muda tidak hanya besar di masa lalu tetapi juga masa kini, hanya saja saat ini lebih banyak anak muda yang sudah hidup enak dan tidak mau berjuang demi bangsanya daripada anak muda yang masih memikirkan nasib 250 juta orang rakyat Indonesia. Bisa dibayangkan sedikit anak muda yang ikut memikirkan bangsa saja dampaknya saat ini sudah lumayan besar, apalagi kalo mayoritas anak muda Indonesia memikirkan bangsanya? Saya yakin Indonesia bakal jadi negara paling ditakuti di dunia. Mengapa saat ini anak muda banyak yang sudah tidak ikut memikirkan bangsanya? karena tingkat individualis semakin tinggi dan yang dipikirkan hanya memikirkan kekayaan sendiri. Selain itu nyali anak - anak muda sekarang itu tidak sebesar anak - anak muda dulu yang bahkan tidak takut nyawa-nya tercabut demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Kalau sekarang? jangankan nyawa, membayangkan berjuang dan hidup tidak bergelimang harta saja sudah takut sehingga tidak heran saat ini setiap bursa kerja selalu dipadati oleh ratusan ribu orang - orang muda yang seharusnya bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain.

Saya dulu kuliah di bidang teknologi sehingga akan menceritakan bagaimana teknologi bisa berdampak bagi jutaan orang. Bahkan meskipun dilihat dari sudut pandang umum pun, saat ini teknologi dianggap sebagai pemberi dampak terbesar dalam kehidupan sehingga kebetulan saja saya berkecimpung di dalamnya sehingga bisa melihat lebih dalam. Contoh paling fenomenal di Indonesia adalah perusahaan teknologi dengan valuasi tertinggi di Indonesia yaitu Gojek. Founder Gojek bernama Nadiem Makarim dan dari sebuah sentuhan tangan Nadiem bisa menghidupi lebih dari 250 ribu orang mitra, bayangkan orang sebanyak itu sama dengan jumlah penduduk satu kota asal saya, Pasuruan. Bahkan seorang walikota dengan penduduk sejumlah itu pun belum tentu bisa menghidupi seluruh rakyatnya. Satu orang nadiem bisa memberikan rezeki terhadap 250 ribu orang, lalu bagaimana jika ada 1000 orang nadiem? bisa dibayangkan 250 juta orang indonesia akan hidup layak dan ditakuti oleh negara - negara lain. Nadiem saat membuat gojek usianya masih di bawah 30 tahun dan terhitung sebagai pemuda, sudah terlihat kan dampak dari karya luar biasa pemuda? Bahkan perusahaan taksi terbesar di Indonesia pun dan sudah berdiri belasan tahun "masih" menghidupi 40 ribuan orang, hanya belasan persen dari yang sudah dihidupi oleh perusahaan yang baru berdiri 6 tahun yang lalu.

Begitu besar dampak anak muda saat ini sangat terbantu dengan adanya teknologi. Saya pernah mendapatkan cerita bahwa Google, perusahaan teknologi terbesar saat ini, bisa meraih puncak kejayaan hanya dalam waktu belasan tahun, pendirinya pun sekarang masih terhitung muda dan berhasil menikmati kekayaannya. Bandingkan dengan perusahaan non teknologi, ambil contoh McDonald's yang didirikan tahun 60an dan meraih puncak kejayaan berpuluh tahun setelahnya, pemiliknya pun hanya bisa menikmati kekayaan sebentar saja karena sudah tua saat perusahaannya sukses. Beda banget kan? Mengapa bisa demikian? Akselerasi perusahaan teknologi bisa sangat cepat berkembang karena tidak terbatas ruang dan waktu, dunia maya bisa menjangkau tempat manapun di dunia dalam hitungan detik. Selain itu modal yang dikeluarkan juga tidak sebanyak jika mendirikan perusahaan konvensional. Scalability yang dimiliki perusahaan teknologi bisa tidak terbatas, terus tumbuh dan merusak pasaran dunia yang sudah berdiri sejak lama. Lihat saja bagaimana sekarang Alibaba (perusahaan e-commerce asal Tiongkok) begitu mendominasi dan sudah mulai ekspansi ke negara - negara lain. Data terakhir yang saya lihat 5 perusahaan terbesar termahal di dunia saat ini dikuasai oleh perusahaan teknologi.

Melihat peluang tersebut pemerintah tidak tinggal diam dan mendukung program 1000 startup digital yang diprakarsai oleh Kibar dan saat ini sudah menjangkau kota - kota besar di Indonesia. Program ini membantu anak muda agar bisa mendirikan perusahaan teknologi dengan cepat dan benar karena ada mentor - mentor yang siap membantu anak - anak muda yang punya ide - ide gemilang untuk diwujudkan. Harapan dari adanya gerakan ini adalah lebih banyak muncul Nadiem - Nadiem yang baru sehingga seluruh rakyat Indonesia bisa hidup sejahtera dan tumbuhnya rasa kepedulian antar sesama penduduk Indonesia. Saya rasa memang berat untuk merintis sebuah usaha, apalagi dengan tawaran berbagai perusahaan dengan gaji yang sangat menggiurkan, tapi dengan hati nurani pasti masih ada anak - anak muda yang hatinya terketuk untuk membantu sesama. Lihat saja bagaimana salah satu startup digital, kitabisa.com, sudah membantu banyak sekali orang di seluruh penjuru Indonesia, membuat orang - orang Indonesia bisa lebih mudah untuk memberikan donasi. Selain itu ada juga gerakan yang diprakarsai oleh Opini.id yang bernama Jong United (bisa dilihat di halaman depan website-nya), gerakan ini menampilkan video - video yang menggugah hati nurani agar selalu berguna untuk bangsa Indonesia. Selain itu Opini.id juga bisa menjadi salah satu tempat untuk mencurahkan segala ide - ide positif dari anak - anak muda Indonesia. Bukan lagi jamannya mencari pekerjaan mapan dan tidak berbuat sesuatu untuk Indonesia, waktunya anak - anak muda Indonesia berkarya demi bangsa-nya sendiri, Merdeka!
Read more!

24 Oktober 2016

Food Coma: Foodcourt Baru dengan Aneka Makanan Lezat


Surabaya lambat laun dibanjiri dengan tempat - tempat makan baru yang tentunya akan menambah pilihan di saat ingin makan bersama teman atau keluarga. Salah satu tempat makan baru yang ada di Surabaya dan sudah ramai diperbincangkan adalah Food Coma yang terletak di jalan Ngagel Jaya Utara 46, Surabaya. Lokasinya ada di antara Gotri dan Lumer ngagel. Benar saja, begitu saya datang langsung harus antri karena pengunjungnya sangat penuh, dilihat dari jumlah kursi sih sebenarnya disini sudah lumayan banyak kursi tetapi volume pengunjung banyak jadi ya harap maklum. Desain interior dari tempat ini cukup unik karena ada lokasi semi outdoor dimana kita bisa duduk dan memilih makanan di tenant yang kita inginkan. Jika ingin suasana yg lebih private silahkan memanfaatkan ruangan indoor yang ber AC dan full kaca sehingga seolah - olah tidak ada batas antara ruangan indoor dan semi outdoor. Konsep interior yg diusung juga bikin pengunjung pingin foto karena berasa di pasar malam saja.











Menurut yang saya baca, tempat ini terkenal karena makanan yang dijual disini enak - enak dan variatif, ada pizza, makanan jepang, dessert, jajanan indonesia, dan aneka minuman menarik. Dari segi harga sebenarnya terhitung cukup mahal, lebih murah Aiola, tetapi memang karena jenis makanan yang ditawarkan tergolong makanan agak mahal. Saya sendiri memesan makanan jepang seharga 30 ribuan dan teman - teman saya memesan pizza yg bentuknya mirip panties pizza. Satu hal yg cukup mengganggu disini adalah sistem pembayaran terpusatnya yang bikin antri panjang. Sebenarnya memang mayoritas foodcourt pembayarannya terpusat gini sih, tapi kan ada contoh yang lebih simpel seperti foodcourt TP yang bayar di tenant masing - masing. Setelah menunggu pesanan kami pun datang, pesanan paling lama datang adalah pizza karena emang bikinnya lama. Kami juga pesan cireng dibumbu modern karena penasaran akan rasanya. Setelah semua pesanan datang kami pun mulai makan, pizza nya emang enak kok, kata temen - temen lebih enak daripada panties pizza. Makanan yang saya pesan juga enak, namanya Gyudon. Wajib dicoba nih bagi pecinta kuliner di Surabaya.
Read more!

Calais: Kafe berkumis yang Suka Nongol di Mall


Dateng ke wisuda temen di Malang saya manfaatkan untuk bertemu teman yg udah lama gak ketemu, padahal waktu kuliah dulu masih satu kampus, hehehe. Berhubung lokasi paling dekat dengan UB adalah Matos yaudah janjiannya pun di Matos. Salah satu tenant baru di lantai tambahan dari Matos menjadi pilihan kami untuk nongkrong, tenant ini udah sering muncul di beberapa mall yang pernah saya datangi di Surabaya jadi ya sepertinya udah terkenal. Nama tempat ini adalah Calais, kafe yang terkenal akan kumisnya yang menghiasi logo kafe ini. Nuansa interior dari Calais ini cukup cukup menyejukkan mata karena banyak warna - warna hijau yang bergelantungan di atap kafe, sepertinya hijau - hujau ini pohon buatan deh. Sajian utama yang ada di Calais adalah minuman teh yang sudah dicampur berbagai macam varian sehingga rasanya juga lebih beragam. Saya memilih duduk di lantai dasar karena males naik ke lantai atas, sepertinya lantai atas juga lebih sempit.








Sistem pembayaran disini adalah memesan terlebih dahulu seperti di restoran cepat saji. Setelah pesan pengunjung pun menunggu di meja pesanan dan jika pesanannya sudah jadi maka namanya akan dipanggil (meskipun cara ini digunakan kafe - kafe terkenal, tapi tetap saja saya merasa aneh dengan cara ini). Saya pesan hazelnut latte seharga 32 ribu rupiah dan teman - teman saya yg lain memesan menu yg berbeda tetapi harganya di kisaran 30 ribuan. Rasa dari minumannya lumayan enak, tapi tidak senendang yang saya bayangkan. Selain minuman biasa, disini juga disediakan dessert dan makanan ringan. Beberapa makanan yg bisa dipesan adalah kentang goreng, popcorn, fish ball, tofu, dan crispy calamary rings. Harganya berkisar antara 18-25 ribu rupiah. Dessert disini juga dipatok dengan harga 20-32 ribu rupiah. Menurut saya calais menjadi pilihan nongkrong di mall dengan harga yang relatif menengah, tidak terlalu mahal dan interiornya bisa dibuat foto - foto sepuasnya, selamat mencoba.
Read more!

MMMM Coffee: Tempat Ngopi Baru di Kawasan Bersejarah


Wisata kuliner kali ini akan mengunjungi sebuah coffee shop baru yang ada di kota Malang. Udah lama gak menulis blog bikin rada males juga untuk memulai kembali, hehehe. Tempat yang saya kunjungi kali ini ada di lokasi yang terhitung lawas karena sudah ada sejak jaman penjajahan, tetapi tempatnya baru dibuka beberapa minggu yang lalu. Nama dari tempat ini adalah mmmm coffee shop yang terletak di jalan Basuki Rahmat nomor 17, Malang. Lokasinya satu deret dengan toko ice cream yang terkenal, Oen. Kafe yang buka sejak pukul 3 sore hingga 11 malam ini menyuguhkan berbagai macam kopi dari seluruh penjuru nusantara. Konsep interior yang diusung cukup menarik dan nyaman karena bertemakan industrialis. Meskipun bangunannya kecil tetapi ada 2 lantai yang bisa ditempati oleh pengunjung, saya dan kawan - kawan saya memilih untuk duduk di lantai 2. Satu hal yang menandakan ini adalah coffee shop adalah mesin kopi yang hanya ada di coffee shop tertentu, kalo kedai kopi biasa tidak bakal punya mesin kopi seperti ini.








Tempat ini cocok bagi pengunjung yang sekedar ingin bercengkrama dengan kawan - kawan karena tidak ada makanan berat disini, paling mengenyangkan menurut saya hanya lasagna, sisanya hanyalah makanan ringan saja. Saya memesan ice mocha lattee karena tidak terlalu suka kopi yang asli. Tidak lama menunggu pesanan kami pun datang, sajian paling unik ya temen saya yang memesan kopi racikan, gelasnya kecil banget, sepertinya agar tidak cepat habis, hehehe. Kalo pesanan saya sih normal - normal aja, dengan gelas yang lumayan besar. Rasanya menurut saya emang enak dan pantas dengan harga yang lumayan menguras kantong jika yg beli adalah mahasiswa. Tempatnya juga nyaman buat kumpul - kumpul, cuma menurut saya sebenarnya lebih mantap lagi kalo disini menyediakan makanan berat yg mengandung mie atau nasi, steak juga bisa sih yg penting mengenyangkan. Buat para pecinta kopi di kota Malang wajib buat dateng kesini karena bisa pilih kopi racikan yang jarang ditemui di tempat lain, selamat mencoba.
Read more!
badge