30 April 2017

Brown Canyon: Bekas Penambangan Pasir yang Eksotis


Liburan panjang kesekian bulan ini saya habiskan bersama teman - teman saya di sebuah kota yang penuh dengan sejarah, mumpung ada yang tinggal disini jadi bisa numpang tidur di rumahnya. Semarang menjadi tujuan saya dan teman - teman saya kali ini, ini kali kedua saya datang kesini, tapi saat pertama kali beberapa tahun yang lalu hanya sekedar mampir saja sebelum ke karimun jawa, hanya mampir ke simpang lima dan lawang sewu waktu itu. Nah, perjalanan kali ini memiliki waktu yang agak panjang sehingga bisa jalan - jalan lebih lama lagi. Mengawali perjalanan kami berkunjung ke tempat kekinian yang sebenarnya bukan tempat wisata tetapi gara - gara ada media sosial yang bisa membagikan foto dengan sangat cepat maka tempat ini menjadi viral. Namanya adalah Brown Canyon yang terletak di Semarang bagian atas, dekat dengan TVRI. Berhubung ini bukanlah tempat wisata jadinya tidak ada petunjuk jalan untuk menuju kesini, kami mengandalkan google maps yang kali ini bersahabat dengan kami, bisa menunjukkan lokasi dengan tepat.






Jalan yang dilalui sebenarnya sudah bagus sampai titik dimana masuk area penambangan pasir, jadi brown canyon ini adalah bekas area penambangan pasir dan ternyata sekarang masih aktif. Saat masuk ke jalan yang sudah tidak mulus, siap - siap aja mobil atau motor yang kamu naiki kotor banget kalau lagi abis hujan karena penuh lumpur dan bergelombang sekali. Harap berhati - hati jika naik mobil karena banyak sekali truk yang lalu lalang di jalan yang sempit ini, jangan sampai bersenggolan. Kata teman saya kalau datang kesini sore - sore truknya sudah berhenti beroperasi, jadi saya saranin datang kesini sore - sore aja kalau emang ada waktu. Saat masuk ke area sini juga tidak ada petunjuk dimana mobil harus diparkir atau dimana area yang bagus untuk foto, jadi yaa selihatnya mata aja yang bagus dimana maka mobil diarahkan kesana dan foto - foto di sekitar situ. Berhubung masih ada kegiatan penambangan pasir maka kami tidak bisa leluasa pindah - pindah lokasi foto, kami hanya berhenti di lokasi foto yang paling terkenal aja. Kalau suka fotografi boleh lah mengunjungi tempat ini, batu - batuannya sangat unik tapi ya tidak sebanyak yang diharapkan.
Read more!

27 April 2017

Kedai Sabindo: Tempat Masakan Melayu Berkumpul Jadi Satu


Sepulang dari Madiun dalam rangka menghadiri pernikahan salah satu rekan satu kantor, kami kelaparan saat sudah memasuki kota Surabaya. Browsinglah kami untuk mencari tempat makan terkenal yang terletak di daerah pintu masuk kota Surabaya ini dan akhirnya menemukan kedai Sabindo. Kedai ini terletak di jalan Gayungsari Timur nomor 14, lokasinya sangat strategis karena berada di jalan yang menghubungkan jalan Ahmad Yani dengan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Lokasinya ada di sebuah ruko sehingga agak susah untuk mencari parkir jika kondisinya sangat ramai, minta tolong sama petugas parkirnya aja kalau emang lagi ramai. Tidak ada interior aneh - aneh dari tempat makan ini, jadi ya seperti tempat makan pada umumnya, saya kira karena masakan malaysia maka akan dibuat menjadi nuasa malaysia, hehehe. Ketika melihat menu saya jadi penasaran, ada 3 tempat makanan yang dari konsep terkesan sama tapi menu - menu utamanya ada yang berbeda.









Ada kedai Assalam, ada kedai cik abin, dan terakhir ya sabindo ini. Ketika di Assalam yang juga mengusung konsep makanan melayu ada menu mie goreng yang mirip - mirip dengan mie aceh seperti layaknya cik abin, tapi di Sabindo tidak ada menu seperti itu. Ada berbagai jenis makanan yang bisa dipesan disini mulai dari camilan hingga makanan berat ada semua. Beberapa makanan berat yang bisa dicoba adalah nasi goreng pattaya, nasi goreng sabindo, nasi goreng kepiting, dan banyak nasi - nasi yang lain, harganya berkisar 25-30 ribuan. Selain makanan berat ada juga camilan yang terkenal seperti roti canai dan roti tissue yang dipatok dengan harga 6-15 ribu rupiah. Minuman disini juga bervariasi mulai dari teh tarik, aneka jus, sampai minuman yang aneh - aneh seperti teh 3 warna, kopi durian, dan lain sebagainya. Harga minuman disini rata - rata dikisaran belasan ribu rupiah. Ada sebuah semacam ceret di meja yang awalnya saya tidak tahu gunanya untuk apa, kemudian kata temen saya itu gunanya untuk cuci tangan, unik juga ya ada cuci tangan bentuknya seperti itu. Rasa dari makanan dan minuman disini enak, bumbunya nendang banget, porsinya juga banyak, wajar sih dengan harga segitu. Boleh lah dicoba buat yang lagi pingin makan makanan melayu.
Read more!

Warung Nasi Pecel Yu Gembrot: Pecel Favorit Pak Presiden di Madiun


Liburan tanggal merah di hari Senin kemarin saya dan teman - teman kerja pergi ke Madiun untuk menghadiri acara pernikahan teman kerja yang lain. Lokasi pernikahannya yang tidak jauh dari daerah kota Madiun membuat kita memutuskan untuk mencoba makanan paling terkenal disini, apalagi kalau bukan pecel. Hasil browsing - browsing dan bertanya kepada teman ada sebuah tempat makan pecel yang pernah dikunjungi oleh presiden Jokowi lho, jadilah kami datang kesana. Nama dari tempat makan ini adalah Yu Gembrot yang terletak di dalam Pasar Besi, jalan Imam Bonjol, kota Madiun. Letaknya memang di dalam area pasar tetapi mobil dan motor bisa parkir di depan warungnya langsung jadi tidak perlu khawatir. Saat datang ternyata warungnya tidak telalu luas, hanya ada beberapa meja panjang yang disediakan untuk pengunjung. Dinding sebelah kiri berisikan foto - foto orang - orang terkenal yang pernah datang kesini, terlihat beberapa artis yang pernah datang kesini.





Paling menonjol ya foto pak presiden Jokowi, pada perjalanan nikahan sebelumnya kami juga mengunjungi warung yang pernah didatangi presiden, waktu itu ke rawon nguling di Probolinggo, peserta perjalanannya pun sama. Saat memesan kita akan ditanya memakai lauk apa, ada pilihan daging sapi, paru sapi, dan jeroan lainnya. Berhubung saya tidak suka jeroan jadilah saya pilih daging sapi aja. Kalau mau lauk yang lebih murah bisa memilih langsung yang ada di meja dekat penjual berada, disana ada telur mata sapi, tempe, tahu, dan beberapa lauk lainnya. Tidak lama menunggu pecel pun datang, penyajiannya ternyata tidak memakai piring tetapi memakai daun pisang yang dibentuk seperti piring. Pilihan minuman disini standar seperti warung - warung pada umumnya, ada jeruk dan teh. Rasa pecelnya ternyata enak banget, pantesan terkenal ya. Jadi bumbu pecelnya cenderung manis tidak pedas, tapi tidak eneg, daging sapi nya pun empuk. Harga seporsi yang saya beli sekitar 24 ribu rupiah, khas warung pecel yang sudah terkenal gitu deh. Temen saya pesan menggunakan telur mata sapi dikenai harga 16 ribu rupiah. Yaa ada rasa ada harga lah yaa, wajib dicoba jika datang ke kota Madiun.
Read more!

06 April 2017

Konservasi Beruang Madu: Melihat dari Dekat Maskot Balikpapan


Hari terakhir di Balikpapan saya gunakan untuk mengunjungi sebuah tempat yang wajib dikunjungi jika datang ke kota ini, katanya sih gitu berdasarkan hasil browsing saya di mbah google. Kata kunci dari tempat ini adalah hewan yang menjadi maskon dari kota Balikpapan. Nama tempat ini adalah KWPLH Balikpapan, yang merupakan kepanjangan dari Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup Balikpapan yang terletak di jalan soekarno Hatta km 23, jadi jalanan ini adalah jalanan utama dari Balikpapan ke Samarinda. Jarak dari pusat kota yang lumayan jauh membuat akses kesini agak sulit, paling enak naik kendaraan pribadi, bisa sih naik angkot tapi dari pinggir jalan besar ke dalam masih harus jalan kaki yang lumayan jauh, beberapa kilometer kayaknya. Kami datang kesini naik gocar dan setelah turun dari gocar kami baru sadar kalo ini ada di daerah rada pedalaman, hahaha. Setelah masuk kami agak bingung kemana kami harus berjalan karena tidak ada orang sama sekali dan masuk kesini tidak dipungut biaya, akhirnya setelah jalan ke dalam ada penjual souvenir yang bisa kami tanyai, tapi kami langsung aja masuk ke area konservasi beruang madu.











Ada 2 jalan di area konservasi, kami memilih jalan ke kanan dan sampai ujung jembatan kayu tidak menemukan beruang madu sama sekali, udah jauh - jauh kesini masa gak ketemu sama beruang madu sama sekali kan jadinya sedih. Kembalilah kita ke area penjualan souvenir dan kata mbak - mbak penjaganya, beruangnya ada di dekat kandang, yaitu jalan ke kiri, jadilah kami balik ke area konservasi dan memilih jalan ke kiri. Benar saja ada beruang madu, tapi hanya muter - muter aja di depan kandang yang jarak pandangnya agak jauh dari tempat kami berdiri. Kembalilah kami ke area penjualan souvenir untuk bertanya apakah ada atraksi - atraksi, ternyata jam 15 ada pemberian makan, dan sekarang masih jam 13. Daripada kecewa karena sudah jauh - jauh kesini tapi cuma lihat beruang 2 ekor yang hanya muter - muter dekat kandang, kami tunggulah sampai jam 15. Sembari menunggu, kami berkeliling dan melihat area edukasi, disana ada diorama dan pajangan - pajangan yang berisi pengetahuan tentang kalimantan hingga kehidupan satwa di daerah sini. Sebenarnya tempat ini bagus untuk pembelajaran tapi sayangnya kurang terawat sehingga tidak terlalu nyaman untuk dikunjungi. Setelah jam 15 saatnya melihat beruang madu diberi makan, ternyata makanannya sudah ditaruh di dekat kandang dan mereka langsung makan di dekat kandang tersebut, kirain bakal di dekat jalan kayu tempat kami berada.
Read more!

04 April 2017

Rumah Makan Haur Gading: Nikmatnya Ikan Bakar Pake Sambal Khas


Hari selanjutnya di Balikpapan saya diajakin temen saya untuk kulineran lagi di daerah yang sama dengan kulineran hari sebelumnya, sepertinya tempat makan di daerah sini pada terkenal semua ya, mungkin karena daerah yang sudah lama ramai jadi ya tempat makannya pada berdiri puluhan tahun gitu. Nama tempat makan yang saya kunjungi kali ini bernama Rumah Makan Haur Gading yang terletak di bagian belakang pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan. Jalan menuju ke tempat ini agak tersembunyi gitu, selain itu juga padat orang karena emang di pasar. Setelah sampai ternyata ada beberapa rumah makan seafood yang berjejer, jadi harus baca dulu papan namanya agar tidak salah masuk tempat makan, hehehe. Saat masuk kita bisa langsung memesan ingin memesan apa di tempat pembakaran, jadi ikan - ikan segar dan seafood yang masih mentah dijajar di deket tempat pembakaran, kita langsung pilih aja mau makan apa.





Beberapa ikan yang bisa kita pilih ada patin, baronang, trakulu, nila, haruan, dan yang selain ikan ada cumi, udang, dan ayam. Saya dan teman - teman memilih ikan bakar patin karena katanya enak, dan patin disini ukurannya gede, seingat saya di tempat saya tinggal gak sebesar ini. Tidak menunggu lama makanan pun datang, dilengkapi dengan sup dan terong bakar. Saat makan pun tiba, begitu saya mencoba ikan patin ditambah dengan sambal yang entah ini namanya sambal apa, rasanya enak banget, sambalnya cocok dengan rasa ikan yang kami pesan. Bayangan saya waktu awal pesan gimana caranya menghabiskan ikan sebesar ini, tetapi setelah makan, makanan habis pun saya masih agak lapar, hehehe. Seperti yang telah saya tulis di artikel - artikel lama saya soal ikan bakar, saya menilai makanan itu enak kalo saya tidak sampai bosan makan ikan tersebut. Hal itu terjadi disini, tidak ada rasa bosan sama sekali ketika makan ikan bakar patin ini, rasanya lembut. Rumah makan yang sepertinya sudah berdiri sangat lama ini tidak mengubah bentuk bangunan dari dulu sampai sekarang, padahal pengunjungnya saat jam makan siang rame banget. Bangunannya tradisional khas tempat makan lawas yang ada di film - film Indonesia, hehehe.
Read more!

03 April 2017

Mantau Simpang Empat: Sejenis Bakpau Enak Banget di Balikpapan


Artikel kuliner pertama kali di Balikpapan dimulai, dulu waktu penelitian skripsi sih sebenarnya sempat mampir ke Balikpapan tapi cuma numpang mendarat doang dan langsung ke Bontang, alhasil tidak sempat mencicipi kuliner yang ada di kota minyak ini. Nah, kali ini di sela - sela ada kerjaan di kota ini, jadilah saya menyempatkan diri buat kulineran disini. Tujuan pertama saya setelah mendarat adalah sebuah jajanan yang spesialnya ada di Balikpapan, begitu mengetikkan nama jajanan ini di google, yang muncul adalah yang ada di Balikpapan. Nama dari makanan ini adalah mantau, kebetulan saya mengunjungi penjual mantau yang udah lama ada disini dan sudah terkenal enak, lokasinya ada di depot simpang empat yang terletak di daerah kebun sayur Balikpapan, saat ini depot ini sudah membuka 3 cabang di area Balikpapan, tapi pusatnya ya yang saya kunjungi ini. Depot Simpang Empat ini menjual berbagai macam chinese food mulai dari nasi goreng, mie goreng, olahan udang, olahan cumi, olahan ayam, olahan sapi, dan masih banyak yang lain.










Sebenarnya jika melihat ke daftar menu, menu mantau ini hanya menu camilan saja karena banyak menu makanan berat yang dijual disini seperti yang saya tuliskan di paragraf sebelumnya. Tetapi berhubung makanan yang terkenal disini adalah mantau nya jadilah kami membeli mantau goreng dan mantau kukus, masing - masing 5. Nah, makan mantau ini tak lengkap rasanya jika tidak ditambahi dengan sapi lada hitam, jadi sapi lada hitam ini jadi lauknya sedangkan mantau menjadi "nasi" nya, hehehe. Setelah menunggu tidak terlalu lama, datanglah makanan yang kami pesan. Pertama saya coba dulu mantau tanpa dicampur dengan sapi lada hitam, rasanya udah enak, gak tau juga ini terbuat dari apa ya tapi emang enak banget. Setelah mencicipi tanpa sapi lada hitam, selanjutnya saya campur dengan sapi lada hitamnya. Rasanya? Beeh enak bangeet, rasa sapi lada hitamnya kuat banget dan cocok dengan mantau goreng maupun kukus. Tidak salah jika makanan ini menjadi favorit, meskipun hanya jajanan tapi bisa mengenyangkan seperti makanan berat. Penasaran? silahkan datang kesini ya.
Read more!

Coffee Toffee: Tempat Nongkrong Karya Anak Bangsa


Sore hari paling enak ngapain ya? Kalau ngobrol - ngobrol bareng teman lama di tengah area yang nyaman dan bisa melihat suasana perkotaan yang bagus gimana? pasti kepingin banget kaan, nah beberapa hari yang lalu saya bersama teman - teman lama saya mengunjungi sebuah coffee shop yang sebenarnya sudah lama ada tapi baru kali ini saya mendatangi outlet yang tempatnya asik banget buat duduk - duduk sore. Namanya Coffee Toffee dan terletak di jalan Taman Apsari nomor 1, Surabaya. Kalo gak tau ini dimana, cari aja gedung grahadi, nah tempat ini ada pas di seberang gedung grahadi. Coffee Toffee cabang ini menempati sebuah kantor pos yang sepertinya sudah beralih fungsi, ada 2 area yang bisa ditempati oleh pengunjung, ada area indoor dan area outdoor. Kami tertarik menempati area outdoor karena suasananya enak banget kalo sore - sore, apalagi kalo cerah, numero uno deh. Sebenarnya waktu itu langit sedang mendung, tapi karena belum hujan jadinya kami tetap memilih duduk di area outdoor.


































Setelah duduk salah satu dari kami mengambil menu di deket kasir, jadi sistemnya disini bayar dulu kayak di fast food gitu deh, semua coffee shop gede kayaknya gini juga sih. Ada banyak pilihan menu yang ada disini, dengan menu utamanya adalah aneka macam kopi yang sangat menjunjung tinggi kopi - kopi lokal, Coffee Toffee ini emang punya orang Indonesia. Beberapa menu yang ada disini adalah frappe blend yang terdiri dari vanilla mud, rum raisin, caramel delight yang harganya berkisar 28500 rupiah dengan tingkat kandungan kopinya yang rendah. Kalo pingin menikmati kopi asli yang tingkat kandungan kopinya pasti tinggi ada beberapa pilihan yaitu flores bajawa, sumatra linthong, bali kintamani, sulawesi toraja, mount malabar, java mocha, dan sumatra gayo dengan harga sekitar 19500 rupiah. Kalo pingin kopi porsi kecil alias espresso ada beberapa pilihan seperti con panna, espresso, dan macchiato dengan harga sekitar 19 ribuan. Kalo gak pingin minum yang mengandung kopi, ada pilihan minuman yang tidak mengandung kopi sama sekali, contohnya iced chocolate latte nutella, iced chocolate caramello, choconutte almond, chocolate grande, strawberry chocomilk, dan blueberry chocomilk dengan harga lebih kurang 30 ribuan. Selain banyak sekali minuman, disini juga menyediakan makanan ringan, antara lain pancake, aneka pasta, salad, dan masih banyak makanan ringan yang lain. Yuk cobain
Read more!
badge