04 April 2017

Rumah Makan Haur Gading: Nikmatnya Ikan Bakar Pake Sambal Khas


Hari selanjutnya di Balikpapan saya diajakin temen saya untuk kulineran lagi di daerah yang sama dengan kulineran hari sebelumnya, sepertinya tempat makan di daerah sini pada terkenal semua ya, mungkin karena daerah yang sudah lama ramai jadi ya tempat makannya pada berdiri puluhan tahun gitu. Nama tempat makan yang saya kunjungi kali ini bernama Rumah Makan Haur Gading yang terletak di bagian belakang pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan. Jalan menuju ke tempat ini agak tersembunyi gitu, selain itu juga padat orang karena emang di pasar. Setelah sampai ternyata ada beberapa rumah makan seafood yang berjejer, jadi harus baca dulu papan namanya agar tidak salah masuk tempat makan, hehehe. Saat masuk kita bisa langsung memesan ingin memesan apa di tempat pembakaran, jadi ikan - ikan segar dan seafood yang masih mentah dijajar di deket tempat pembakaran, kita langsung pilih aja mau makan apa.





Beberapa ikan yang bisa kita pilih ada patin, baronang, trakulu, nila, haruan, dan yang selain ikan ada cumi, udang, dan ayam. Saya dan teman - teman memilih ikan bakar patin karena katanya enak, dan patin disini ukurannya gede, seingat saya di tempat saya tinggal gak sebesar ini. Tidak menunggu lama makanan pun datang, dilengkapi dengan sup dan terong bakar. Saat makan pun tiba, begitu saya mencoba ikan patin ditambah dengan sambal yang entah ini namanya sambal apa, rasanya enak banget, sambalnya cocok dengan rasa ikan yang kami pesan. Bayangan saya waktu awal pesan gimana caranya menghabiskan ikan sebesar ini, tetapi setelah makan, makanan habis pun saya masih agak lapar, hehehe. Seperti yang telah saya tulis di artikel - artikel lama saya soal ikan bakar, saya menilai makanan itu enak kalo saya tidak sampai bosan makan ikan tersebut. Hal itu terjadi disini, tidak ada rasa bosan sama sekali ketika makan ikan bakar patin ini, rasanya lembut. Rumah makan yang sepertinya sudah berdiri sangat lama ini tidak mengubah bentuk bangunan dari dulu sampai sekarang, padahal pengunjungnya saat jam makan siang rame banget. Bangunannya tradisional khas tempat makan lawas yang ada di film - film Indonesia, hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge