04 Mei 2017

Klenteng Sam Po Kong: Klenteng Megah yang Ada di Kota Semarang


Sembari menunggu lunpia gang lombok kami kelar diproses yang memakan waktu 2 jam, kami memutuskan untuk mengunjungi lokasi wisata saja karena lokasinya tidak terlalu jauh. Ketika mengetikkan Semarang di google images, lokasi ini banyak sekali muncul di bagian atas - atas, tandanya lokasi ini cukup terkenal dan wajib dikunjungi jika sedang wisata di Semarang. Nama tempat ini adalah Klenteng Sam Po Kong yang terletak di jalan Simongan nomor 129 Semarang. Saat saya datang kondisinya sangat ramai karena selain karena libur panjang, juga sedang ada festival kebudayaan Jepang. Hal pertama yang membuat saya langsung berpikir bahwa klenteng ini sudah dikelola dengan lumayan baik adalah sistem parkir yang sudah menggandeng vendor parkir, keren juga tempat wisata sekaligus tempat ibadah bisa seramai ini hingga menarik minat vendor parkir untuk bergabung. Terlihat dari luar klenteng ini gede banget, dari seluruh wisata klenteng yang pernah saya datangi sepertinya ini yang paling luas, mirip dengan yang ada di tengah pulau kamaro, Sumatera Selatan.




Ada beberapa pilihan tiket yang bisa dibeli oleh pengunjung. Bagi yang hanya ingin menikmati area luar saja yang menurut saya sudah cukup puas untuk foto - foto, pengunjung ditarik biaya 8 ribu saja. Bagi yang ingin masuk sampai area dalam yang lebih banyak relief dan area yang mungkin khusus untuk ibadah, pengunjung ditarik sebesar 25 ribu rupiah, sudah termasuk sewa kostum khas klenteng dan bisa digunakan untuk foto - foto. Saya dan teman - teman memutuskan membeli yang 8 ribu saja karena kami hanya ingin melihat - lihat secara biasa dari tempat ini. Setelah masuk kita akan melewati area awal yang banyak pohon, dan kemudian akan masuk area utama yang merupakan area lapang dan bisa melihat keseluruhan dari bangunan klenteng. Ada patung yang lumayan besar, ada juga gerbang khas klenteng dalam ukuran besar juga. Selain itu terlihat area peribadatan yang juga besar. Saat itu sedang ada show di panggung utama yang memang disediakan secara permanen disini, sepertinya sering ada festival jika melihat panggungnya megah seperti itu. Uniknya dari tempat ini adalah ada cat di paving yang menunjukkan best spot untuk foto, jadi sudah diarahkan agar fotonya bagus gitu, hehehe. Bagi yang mampir di Semarang wajib datang kesini.
Read more!

03 Mei 2017

Lunpia Gang Lombok: Salah Satu Lunpia Paling Terkenal di Semarang


Bicara kuliner Semarang yang terlintas pertama kali adalah lumpia atau kalau disini ditulisnya lunpia. Jajanan satu ini sudah menyebar ke berbagai kota, kayaknya setiap kota pasti ada deh yang jual lunpia, dan yang paling terkenal adalah lunpia dari Semarang. Sebenarnya 5 tahun yang lalu saat saya mampir ke Semarang sepulang dari Karimun Jawa, saya juga pingin beli lunpia yang bersejarah ini tetapi berhubung waktu terbatas dan kendaraan juga terbatas, akhirnya tidak sempat keturutan. Nah, kali ini saya tidak mau melewatkan kesempatan ini, jadilah saya mampir di Lunpia gang Lombok yang terletak di jalan gang lombok nomor 11, kota Semarang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota (simpang lima dan tugu muda) sebenarnya, tetapi berhubung jalannya agak ribet dan kecil jadinya yaa paling enak naik kendaraan pribadi. Saat itu saya sampai di lokasi sekitar jam 13 dan saat itu kondisinya ramai sekali. Saat mau memesan ternyata harus menunggu 2 jam, udah nyampe lombok tuh kalo dibuat naik pesawat, hehehe.






Setelah berdiskusi dengan teman - teman akhirnya yaudah kita jadi pesan dan kami tinggal dulu ke lokasi yang lain, toh hari ini lokasi wisata yang kami kunjungi dekat - dekat. Ternyata kami orang terakhir yang bisa pesan karena saat ada orang setelah kita yang memesan, penjualnya bilang sudah habis, woow cepat sekali habisnya ya, jadi kalau teman - teman ingin datang kesini mending pagi sekalian agar tidak kehabisan. Harga sebuah lunpia disini dipatok 15 ribu rupiah, cukup mahal dibandingkan lunpia biasanya yang maksimal paling 6 ribu. Jam 15 saya datang dan mengambil lunpia goreng pesanan saya dan teman - teman. Karena sudah lapar dan tidak sabar mencoba kelezatan lunpia gang lombok ini, saya pun langsung memakannya, tidak lupa dengan saos khusus yang saya tidak tahu namanya. Rasanya emang enak banget, rebung yang kata teman saya bau nya tidak enak, di lunpia gang lombok tidak bau sama sekali. Sebenarnya paling mantap kalo makan langsung di lokasi, tetapi berhubung jam 3 saat saya mengambil warungnya sudah tutup jadi yaa terpaksa dibawa pulang. Saya agak heran sih kenapa tempatnya tidak diperluas dan kapasitas produksinya diperbanyak agar tidak ada pelanggan yang kecewa karena kehabisan. Yaa mungkin ada pertimbangan khusus kali ya.
Read more!

Goa Kreo: Menikmati Senja Bersama Kera di Tengah Waduk


Penutup dari perjalanan hari pertama setelah mengunjungi Cimory adalah goa Kreo. Goa Kreo terletak di dekat kota sehingga lebih mudah terjangkau dari pusat kota Semarang, tepatnya di daerah gunung pati. Meskipun namanya goa, tetapi wisata utama yang ada disini adalah pemandangan indah yang ada di waduk Jatibarang. Jalan menuju kesini sudah mulus jadi aman - aman aja kok bagi yang naik mobil ataupun sepeda motor. Setelah sampai kita akan ditarik biaya masuk yang sangat murah, saya ber 7 dengan mobil hanya kena 20 ribu rupiah. Saat itu kondisinya sangat sepi sehingga enak banget, selain itu hujan yg mengguyur sepanjang perjalanan juga reda begitu kami tiba, matahari akan terbenam pun juga masih terlihat, mantap. Kami disambut oleh banyak sekali monyet di area parkir, untungnya monyet disini hanya bereaksi jika kita membawa makanan jadi saya sarankan tidak bawa makanan ya. Monyet di tempat wisata lain seperti ubud atau gardu pandang ngarai sianok sangat usil, bahkan ketika kita tidak membawa makanan pun juga diganggu oleh mereka.









Setelah puas foto di area tempat parkir yang memberikan pengunjung pemandangan dari ketinggian, saya dan teman - teman pun turun ke arah goa yang harus melewati sebuah jembatan di tengah waduk jatibarang yang tidak terlalu luas. Tangganya lumayan tinggi sehingga cukup lelah juga untuk melewatinya, apalagi saat naik kembali. Saat di jembatan kita bisa melihat area dimana air akan diterjunkan untuk memutar dinamo serta area yang biasa dibuat orang - orang untuk memancing atau sekedar bersantai menggunakan getek. Setelah melewati jembatan kita akan sampai di tebing - tebing yang berisi beberapa lubang, saya tidak tau lubang yang mana yang menjadi goa kreo tetapi sepertinya lubang yang paling dalam yang menjadi goa kreo nya. Tidak ada penjaga sama sekali di area goa ini sehingga bagi para pengunjung harap berhati - hati, takutnya terjadi sesuatu. Jika cuaca cerah paling enak dengerin musik lagu - lagu band indie semacam float gitu kemudian menikmati pemandangan yang ada disini. Jika ingin wisata perahu bisa dilakukan dengan keluar area yang ini dan masuk ke area bawah, tentunya dengan membawa kendaraan karena lumayan jauh jika jalan kaki dari area parkir yg ini. Sepertinya kalo dikembangkan bisa nih untuk wisata air seperti banana boat.
Read more!

Cimory: Pusat Oleh - Oleh Produk Spesial Sekaligus Wisata Edukasi


Setelah dari museum kereta api Ambarawa kita melanjutkan perjalanan ke sebuah tempat oleh - oleh kekinian yang sudah terkenal di daerah Bawen, tidak terlalu jauh dari museum kereta api. Nama dari tempat ini adalah Cimory yang terletak di jalan raya Soekarno Hatta KM 30, Bawen, Ungaran, kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Cimory sebenarnya sudah ada produknya di minimarket se Indonesia, cuma kalo di minimarket tidak selengkap yang ada disini sehingga kesempatan mendapatkan produk - produk spesial dari Cimory hanya bisa didapatkan jika datang kesini. Ternyata Cimory tidak hanya menjadi pusat oleh - oleh saja tetapi juga ada restoran dan wisata edukasi mini yang terletak di bagian belakang area Cimory. Parkiran yang disediakan juga tidak terlalu luas sehingga jika musim liburan akan lebih susah mencari parkir. Setelah masuk ke area bangunan utama kita akan disambut dengan area oleh - oleh yang cukup luas, setelah itu akan ada area restoran dan toko coklat yang enak banget. Nah, di bagian taman bagian bawah baru ada area edukasi yang berisi beberapa zona.









Hal pertama yang kami lakukan adalah ke restoran karena perut sudah sangat lapar. Restoran disini berisi makanan biasa aja ala - ala restoran keluarga pada umumnya, harganya pun masuk harga makanan tempat wisata sehingga cukup menguras kantong. Jika makan disini jangan lupa memesan susu sebagai minumannya karena rasanya enak banget, asli dari sini. Setelah makan saya bersama teman - teman masuk ke area edukasi dengan membayar 15 ribu rupiah, dengan harga itu kita sudah mendapatkan satu botol kecil yoghurt dari cimory. Area edukasi berisi berbagai taman - taman, ada juga area pameran sapi perah dari berbagai jenis sapi, ada juga taman mini kelinci, dan kita juga bisa memberikan makan kepada kelinci dengan membeli wortel. Setelah dari area edukasi kami langsung pergi ke toko coklat yang terletak di dekat area restoran. Coklat disini sangat bervariasi mulai dari bentuk hingga rasanya. Ada juga paket oleh - oleh dengan tas spesial seharga 99 ribu, macem - macem deh pokoknya isinya. Kalau mau cari yoghurt dan susu langsung ke area oleh - oleh umum yang ada di bagian depan, jadi area coklat dan oleh - oleh umum ini terpisah. Buat yang lagi mampir di daerah sini wajib datang kesini, tidak ada di lokasi lain soalnya.
Read more!

Museum Kereta Api: Menilik Sejarah Salah Satu Stasiun Tertua


Setelah dari brown canyon yang masih terletak di area kota Semarang, perjalanan selanjutnya akan berlanjut daerah kabupaten Semarang yang jaraknya lumayan jauh, untung aja ada tol yang menghubungkan antara kota dan kabupaten sehingga perjalanan bisa ditempuh dengan lebih cepat. Kali ini saya mengunjungi Museum Kereta Api Indonesia yang terletak di Ambarawa, kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Museum kereta api yang terletak di tengah - tengah keramaian Ambarawa ini sudah sangat terkenal karena saat saya sekolah dulu kalau berbicara Ambarawa yang terlintas adalah museum kereta api. Saya baru tau ternyata museum ini menempati bekas stasiun yang sudah tidak beroperasi secara umum lagi, stasiun ini hanya beroperasi untuk kereta wisata saja. Stasiun ini dahulu sangat terkenal karena menjadi stasiun dengan rel bergerigi dan hanya ada beberapa saja di dunia. Begitu masuk kita akan disambut dengan lobby utama yang berisi loket pembelian tiket dan informasi jika kita ingin menikmati kereta wisata.











Setelah membeli tiket seharga 10 ribu rupiah, kita akan melewati lorong yang penuh dengan papan informasi. Papan informasi tersebut bercerita tentang sejarah kereta api yang ada di Indonesia, mulai dari jaman penjajahan hingga saat ini. Dari lorong ini juga sudah terlihat area stasiun ambarawa dan koleksi lokomotif serta gerbong jaman dahulu yang sangat klasik, apalagi lokomotifnya masih lokomotif uap yang tidak ada di stasiun lain. Setelah melewati lorong kita akan ada di area outdoor yang berisi taman serta jalan ke stasiun. Stasiun Ambarawa nya sangat klasik dan terawat, cocok untuk pemotretan. Ternyata stasiunnya masih dipergunakan sebagaimana mestinya meskipun bukan stasiun umum, jadi untuk memberangkatkan kereta wisata juga seperti stasiun pada umumnya. Masing - masing gerbong dan lokomotif yang dipajang disini dilengkapi dengan papan informasi yang menceritakan tentang unit tersebut, bagian - bagian stasiun juga bertuliskan berbagai informasi juga sehingga banyak sekali pengetahuan yang bisa kita ketahui. Jika ingin menaiki kereta wisatanya harus mengetahui jadwalnya, yaitu pukul 09.00 dan 11.00 setiap harinya dengan harga 50.000 rupiah per orang yang naik. Kita akan menyusuri jalan rel melewati sawah - sawah menggunakan gerbong klasik dan lokomotif uap. Sayangnya saya tidak bisa naik itu karena datang lebih dari jam 11.00.
Read more!
badge