03 Mei 2017

Lunpia Gang Lombok: Salah Satu Lunpia Paling Terkenal di Semarang


Bicara kuliner Semarang yang terlintas pertama kali adalah lumpia atau kalau disini ditulisnya lunpia. Jajanan satu ini sudah menyebar ke berbagai kota, kayaknya setiap kota pasti ada deh yang jual lunpia, dan yang paling terkenal adalah lunpia dari Semarang. Sebenarnya 5 tahun yang lalu saat saya mampir ke Semarang sepulang dari Karimun Jawa, saya juga pingin beli lunpia yang bersejarah ini tetapi berhubung waktu terbatas dan kendaraan juga terbatas, akhirnya tidak sempat keturutan. Nah, kali ini saya tidak mau melewatkan kesempatan ini, jadilah saya mampir di Lunpia gang Lombok yang terletak di jalan gang lombok nomor 11, kota Semarang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota (simpang lima dan tugu muda) sebenarnya, tetapi berhubung jalannya agak ribet dan kecil jadinya yaa paling enak naik kendaraan pribadi. Saat itu saya sampai di lokasi sekitar jam 13 dan saat itu kondisinya ramai sekali. Saat mau memesan ternyata harus menunggu 2 jam, udah nyampe lombok tuh kalo dibuat naik pesawat, hehehe.






Setelah berdiskusi dengan teman - teman akhirnya yaudah kita jadi pesan dan kami tinggal dulu ke lokasi yang lain, toh hari ini lokasi wisata yang kami kunjungi dekat - dekat. Ternyata kami orang terakhir yang bisa pesan karena saat ada orang setelah kita yang memesan, penjualnya bilang sudah habis, woow cepat sekali habisnya ya, jadi kalau teman - teman ingin datang kesini mending pagi sekalian agar tidak kehabisan. Harga sebuah lunpia disini dipatok 15 ribu rupiah, cukup mahal dibandingkan lunpia biasanya yang maksimal paling 6 ribu. Jam 15 saya datang dan mengambil lunpia goreng pesanan saya dan teman - teman. Karena sudah lapar dan tidak sabar mencoba kelezatan lunpia gang lombok ini, saya pun langsung memakannya, tidak lupa dengan saos khusus yang saya tidak tahu namanya. Rasanya emang enak banget, rebung yang kata teman saya bau nya tidak enak, di lunpia gang lombok tidak bau sama sekali. Sebenarnya paling mantap kalo makan langsung di lokasi, tetapi berhubung jam 3 saat saya mengambil warungnya sudah tutup jadi yaa terpaksa dibawa pulang. Saya agak heran sih kenapa tempatnya tidak diperluas dan kapasitas produksinya diperbanyak agar tidak ada pelanggan yang kecewa karena kehabisan. Yaa mungkin ada pertimbangan khusus kali ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge