03 Mei 2017

Museum Kereta Api: Menilik Sejarah Salah Satu Stasiun Tertua


Setelah dari brown canyon yang masih terletak di area kota Semarang, perjalanan selanjutnya akan berlanjut daerah kabupaten Semarang yang jaraknya lumayan jauh, untung aja ada tol yang menghubungkan antara kota dan kabupaten sehingga perjalanan bisa ditempuh dengan lebih cepat. Kali ini saya mengunjungi Museum Kereta Api Indonesia yang terletak di Ambarawa, kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Museum kereta api yang terletak di tengah - tengah keramaian Ambarawa ini sudah sangat terkenal karena saat saya sekolah dulu kalau berbicara Ambarawa yang terlintas adalah museum kereta api. Saya baru tau ternyata museum ini menempati bekas stasiun yang sudah tidak beroperasi secara umum lagi, stasiun ini hanya beroperasi untuk kereta wisata saja. Stasiun ini dahulu sangat terkenal karena menjadi stasiun dengan rel bergerigi dan hanya ada beberapa saja di dunia. Begitu masuk kita akan disambut dengan lobby utama yang berisi loket pembelian tiket dan informasi jika kita ingin menikmati kereta wisata.











Setelah membeli tiket seharga 10 ribu rupiah, kita akan melewati lorong yang penuh dengan papan informasi. Papan informasi tersebut bercerita tentang sejarah kereta api yang ada di Indonesia, mulai dari jaman penjajahan hingga saat ini. Dari lorong ini juga sudah terlihat area stasiun ambarawa dan koleksi lokomotif serta gerbong jaman dahulu yang sangat klasik, apalagi lokomotifnya masih lokomotif uap yang tidak ada di stasiun lain. Setelah melewati lorong kita akan ada di area outdoor yang berisi taman serta jalan ke stasiun. Stasiun Ambarawa nya sangat klasik dan terawat, cocok untuk pemotretan. Ternyata stasiunnya masih dipergunakan sebagaimana mestinya meskipun bukan stasiun umum, jadi untuk memberangkatkan kereta wisata juga seperti stasiun pada umumnya. Masing - masing gerbong dan lokomotif yang dipajang disini dilengkapi dengan papan informasi yang menceritakan tentang unit tersebut, bagian - bagian stasiun juga bertuliskan berbagai informasi juga sehingga banyak sekali pengetahuan yang bisa kita ketahui. Jika ingin menaiki kereta wisatanya harus mengetahui jadwalnya, yaitu pukul 09.00 dan 11.00 setiap harinya dengan harga 50.000 rupiah per orang yang naik. Kita akan menyusuri jalan rel melewati sawah - sawah menggunakan gerbong klasik dan lokomotif uap. Sayangnya saya tidak bisa naik itu karena datang lebih dari jam 11.00.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge