28 Juli 2017

BBQ Frenzy: Restoran All You Can Eat Lebih Terjangkau di Surabaya


Wisata kuliner kali ini saya dan teman - teman kantor berkunjung ke sebuah restoran yang sebenarnya sudah lama berdiri tapi baru kali ini ada kesempatan berkunjung kesini. Nama restorannya adalah BBQ Frenzy yang terletak di jalan Imam Bonjol nomor 125 Surabaya. Lokasi ini sangat strategis karena terhitung ada di tengah kota, sangat dekat dengan jalan dr. Soetomo yang banyak sekali terdapat restoran serta tempat karaoke. Konsep dari restoran ini adalah all you can eat dimana pengunjung bisa bebas makan sebanyak apapun yang diinginkan. Secara umum makanan yang ada disini adalah makanan khas Jepang, jadi ada yakiniku, shabu - shabu, dan sukiyaki. Dari seluruh restoran all you can eat yang saya datangi, sebagian besar mengusung konsep yang sama yaitu memasak makanannya sendiri sehingga saran saya kalau datang ke tempat ini bawa teman yang bisa masak, saya tidak bisa masak jadi beruntunglah ketika ada calon ibu - ibu teman kantor saya yang bisa memasak, saya tinggal makan saja, hehehe.










Konsep interior dari bangunan ini adalah industrial tapi tidak terlalu mencolok, masih ada sisi warna - warna cerah nya. Tempatnya sebenarnya tidak terlalu besar tetapi memang memanjang ke belakang, parkir mobilnya menempati pinggir jalan yang memang sepi karena area komplek perumahan. Bedanya dengan Hanamasa adalah jika Hanamasa kita mengambil seluruh bahan makanannya sendiri, disini kita harus memanggil pelayanan jika ingin menambah bahan makanan. Hal yang menarik disini adalah pilihan saus yang sangat banyak, jumlahnya sekitar 20 jenis saus, belum pernah saya temuin sebelumnya di restoran yang lain (Maka dari itu dianjurkan bawa orang yg suka masak jadi tahu kegunaan dan rasa dari masing - masing saus ini). Saat saya datang sedang ada promo berempat cuma membayar 320 ribu jadi terhitung per orang harganya 80 ribu rupiah saja tetapi membuat restoran ini sangat ramai dan waktunya dibatasi hanya 90 menit saja, mungkin jika lebih lengang bisa diberikan waktu 120 menit. Menurut teman saya yang tahu tentang masak memasak, disini daging - daging yg disediakan masih fresh dan dipilih bagian yang enak dimakan jadi boleh dicoba bagi yang suka.
Read more!

07 Juli 2017

Disneyland Paris: Surganya Pecinta Tokoh - Tokoh Disney


Hari terakhir wisata saya di Paris digunakan untuk mengunjungi salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di dunia, yaitu Disneyland. Sebenarnya masih ada hari besok sih, tetapi hari besok hanya mengunjungi tempat belanja saja sehingga tidak saya tuliskan di blog ini. Disneyland Paris terletak agak jauh dari tengah kota, kira - kira memakan waktu 1 jam lebih jika lalu lintas padat. Transportasi umum untuk menuju kesini sangat memadai karena ada kereta langsung yang stasiunnya ada persis di depan loket masuk, lebih dekat daripada parkiran kendaraan malah sehingga sangat memudahkan perjalanan dari tengah kota Paris. Meskipun saat saya berkunjung itu hari kerja, tetapi tetap saja sangat ramai karena memang tempat ini dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara. Disneyland Paris terbagi menjadi 2 tiket masuk, yaitu Disneyland Park dan Walt Disney Studio Park, berbeda dengan Universal Studio yang menggabungkan seluruh tema yang dia punya ke dalam satu lokasi. Rombongan kami pun memutuskan untuk berkunjung ke Disneyland Park karena memang yang terkenal tokoh - tokohnya ada disini.














Ada banyak zona yang ada di Disneyland Park ini, mulai dari Adventureland, Frontierland, Main Street USA, Fantasyland, dan Discoveryland. Meskipun lebih banyak yang berbau anak kecil, ada juga wahana yang sangat menantang disini, salah satunya Star Wars Hyperspace Mountain. Saya kira ini wahana biasa saja karena dari luar tidak terlihat wahana nya seperti apa, tetapi saat mengantri kok wajah - wajah yang turun dari wahana pada berantakan semua. Benar saja, ternyata wahana ini mengajak kita seperti sedang perang dengan musuh - musuh di film Star Wars dan berada dalam kecepatan cahaya. Jadi jet coasternya itu keceng banget dan berputar tidak beraturan, seru abis deh. Jika ingin main di wahana yang tidak terlalu menantang bisa mampir di zona Fantasyland, disini wahana nya lucu - lucu seperti naik kapal melihat boneka dari berbagai negara yang sedang kompak bernyanyi, ada lagi wahana foto dengan tokoh Mickey Mouse yang memakai kostum asli. Zona Adventureland dan Frontierland kurang lebih mirip - mirip, mengusung tema bangunan - bangunan lama yang diadaptasi dari film - film Disney, salah satunya Pirates of the Carribean. Jam 17.30 setiap harinya akan ada pawai karnaval tokoh - tokoh Disney lengkap dengan kendaraan yang mereka pakai di film, ciri - ciri arena pawainya adalah saat jam 17 sudah dipagari oleh tiang dan tali. Jam 18.55 juga ada pertunjungan putri - putri tokoh Disney lengkap dengan pangerannya. Seru abis deh pokoknya.
Read more!

06 Juli 2017

City Tour Paris: Mengunjungi Bangunan - Bangunan Terkenal di Prancis


Perjalanan wisata saya kali ini memasuki hari - hari terakhir dan sudah ada di negara terakhir sebelum kembali ke Indonesia. Hari ini agenda kami adalah mengunjungi obyek wisata yang terkenal di kota Paris yang merupakan ibukota Prancis. Paris sangat terkenal karena sangat banyak obyek wisata yang ada disini. Tujuan pertama kali adalah monumen paling terkenal di dunia yaitu menara Eiffel. Setelah sampai kami langsung disambut oleh pemandu wisata lokal yang sudah memesankan kami tiket untuk naik ke lantai 2 menara ini. Ada 2 kali pengecekan keamanan seperti di bandara saat masuk ke menara ini, lebih ketat daripada di Vatikan yang hanya 1 kali saja. Menara yang disebut paling indah ini memiliki lift pengunjung yang cukup unik, agar tidak merusak keindahan menara eiffel, maka lift ini dibuat miring mengikuti tiang penyangga dari menara eiffel tetapi tenang saja penumpang di dalam tetap berdiri tegak lurus. Menara yang tingginya melebihi monas ini 100% terbuat dari logam, tidak ada unsur semen pasir dan sejenisnya sama sekali. Pemandangan yang dapat dilihat dari lantai 2 sangat indah, kita bisa melihat kota Paris secara keseluruhan karena kota Paris tidak memiliki gedung tinggi, jika ada gedung tinggi maka itu sudah terhitung area luar kota Paris.














Setelah mengunjungi menara Eiffel agenda selanjutnya adalah mengunjungi bagian luar dari museum tempat lukisan paling terkenal berada, yaitu museum Louvre. Bagian luar museum ini sangat unik karena ada piramida yang terbuat dari kaca padahal bangunan sekitarnya terlihat sangat klasik dan bersejarah. Letak dari museum Louvre ini tidak jauh dari menara Eiffel, jika wisatawan memiliki waktu seharian di daerah sini maka dengan berjalan kaki wisatawan bisa melihat berbagai tempat bersejarah yang letaknya ada di sekitar menara Eiffel dan museum Louvre, banyak bangunan bersejarah juga di sekitar daerah sini yang juga ada sungai Seine di tengahnya. Ternyata tempat kejadian kecelakaan mobil Lady Diana juga ada di daerah sekitar sini, jadi semua tempat yang wajib dikunjungi di Paris ada di satu area yang berdekatan. Setelah agenda berbelanja, kami menaiki kapal yang membelah sungai Seine, jadi sungai Seine ini cukup besar dan ada wisata kapal untuk mengitari area sekitar menara Eiffel menggunakan kapal yang cukup besar. Saat matahari baru terbenam sekitar jam 22, menara Eiffel akan mengeluarkan cahaya - cahaya lampu kelap kelip yang sangat indah, cocok buat nongkrong sekalian di taman yang ada di dekat menara ini. Paris memang kota yang menawarkan segala keindahannya, banyak juga kafe disini yang kursinya menghadap ke jalan semua, banyak hal unik yang ada disini.
Read more!

05 Juli 2017

Brussel: Mengunjungi Ibukota Uni Eropa yang Ada di Belgia


Perjalanan yang saya lakukan hari ini cukup unik karena saya berkesempatan makan 3 kali di 3 negara yang berbeda. Saya sarapan di hotel yang ada di Belanda, kemudian saat siang hari saya makan di Belgia saat wisata di ibukota negara ini, dan terakhir saya makan malam di Perancis karena saya bermalam di kota Paris selama 2 malam ke depan. Wisata hari ini dipusatkan di kota Brussel, ibukota negara Belgia sekaligus ibukota Uni Eropa. Kota ini terlihat lebih modern daripada kota - kota besar lain yang telah saya kunjungi sebelumnya, banyak bangunan baru, tetapi tetap saja tidak macet, banyak orang jalan kaki dan naik sepeda, jarang sekali sepeda motor, dan masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi umum, jadi terlihat seperti Jakarta dalam versi lebih bagus. Tujuan pertama rombongan kami adalah gedung Atomium, sebuah bangunan yang sangat unik dan menjadi salah satu landmark dari kota Brussel. Seperti namanya, bangunan ini berbentuk atom dan bolanya saya hitung ada 9. Beberapa bulatan bola yang ada disana benar - benar dimasukin karena bangunan ini terdiri dari beberapa fungsi, mulai dari tempat pameran, tempat edukasi, hingga bulatan paling atas digunakan untuk restoran dengan pemandangan 360 derajat. 











Setelah foto - foto di bagian luar bangunan ini, kami melanjutkan perjalanan ke tengah kota Brussel untuk makan siang, berbelanja souvenir, dan tentu saja melihat patung paling terkenal disini yaitu Manneken Pis. Perjalanan dari tempat makan siang ke patung Mannekin Pis akan melewati alun - alun utama Brussel yang bernama Grand Palace. Grand Palace sering digunakan untuk berbagai acara, saat saya lewat sudah ada tribun semipermanen yang sepertinya akan digunakan untuk sebuah acara. Setelah sampai di Mannekin Pis ternyata patungnya sangat kecil di pojokan jalan, terletak di daerah padat bangunan tua yang terawat. Ada banyak versi cerita asal usul dari patung ini, ada yang bilang air seni nya telah menyelamatkan Brussel dari kebakaran, ada yang bilang anak yang hilang dan kemudian ditemukan ayahnya di tempat saat ini patung tersebut berada, macam - macam versi ceritanya. Daerah sekitar Mannekin Pis ini banyak toko yang menjual souvenir bagi wisatawan, toko coklat paling terkenal bagi orang Indonesia ada tepat di belakang patung Mannekin Pis, selain itu di sekitar sini juga ada toko Tintin bagi para pecinta film kartun ini. Belgia terkenal akan coklatnya sehingga wajib bagi wisatawan untuk mencoba coklat di kota ini.
Read more!

04 Juli 2017

Roermond dan Amsterdam: Mulai dari Desa Nelayan hingga Rapinya Kota Besar di Belanda


Setelah menumpang tidur di negara Jerman, kami melanjutkan perjalanan ke negara yang sebenarnya adalah musuh Indonesia puluhan tahun yang lalu yaitu Belanda. Tujuan pertama kami di negara Belanda adalah mengunjungi Roermond Designer Outlet, yaitu sebuah tempat outdoor yang berisi outlet dari semua merek terkenal yang ada di dunia sehingga wisatawan berkesempatan berbelanja secara lengkap dan dengan harga yang katanya miring. Tempat ini lokasinya tidak jauh dari perbatasan dengan Jerman. Setelah sampai, kesan pertama dari bangunan yang ada disini adalah konsepnya keren, bangunanya menunjukkan ciri khas Belanda. Saya sempat cek ke outlet Nike dan ada salah satu sepatu yang juga dijual di Indonesia, setelah saya browsing di Zalora ternyata harganya lebih murah di Zalora, jadi harga miring yang dibilang oleh orang - orang tidak untuk seluruh outlet, ya mungkin ada outlet yang harganya memang miring. Saya yang tidak suka berbelanja pun lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan menikmati suasana nyaman yang ada disini, meskipun ramai orang tetapi tetap tenang dan tidak berisik.













Setelah mengunjungi Roermond, perjalanan dilanjutkan untuk mengunjungi sebuah desa nelayan yang dijadikan desa wisata karena bangunannya yang unik dan memang cocok untuk desa wisata. Nama dari desa ini adalah Volendam yang letaknya tidak terlalu jauh dari Amsterdam. Setelah sampai kami berjalan menyusuri rumah - rumah yang sangat unik, khas Belanda sekali tetapi benar - benar ditinggali oleh penduduk setempat. Disini juga banyak toko souvenir serta ada tempat foto studio menggunakan baju khas Belanda. Setelah mengunjungi Volendam perjalanan dilanjutkan ke tengah kota Amsterdam yang bernama Dam Square. Sepanjang perjalanan menuju kesini banyak sekali sungai yang dilewati, yang membuat saya heran dengan penduduk kota besar yang sangat banyak, semua sungai disini terlihat sangat bersih, padahal segala aktivitas dilakukan di kota ini. Selain tempat berkumpul semacam alun - alun, disini juga ada central station yang merupakan pusat dari segala pusat transportasi kereta yang ada di kota ini. Ciri - ciri kota besar di negara maju juga terlihat disini, jarang sekali ada sepeda motor, lebih banyak orang berjalan kaki dan naik sepeda angin. Selain itu trem berlalu lalang membelah jalanan yang berisi mobil tetapi tidak sampai macet. Amsterdam juga dikenal dengan kota yang sangat bebas karena disini prostitusi dilegalkan dan juga ganja di beberapa tempat juga dilegalkan.
Read more!
badge