03 Juli 2017

Titisee dan Koln: Kunjungan Singkat ke Desa yang Indah serta Kota Parfum di Jerman


Setelah dari Rhein Fall yang ada di Swiss, kami melanjutkan perjalanan ke negara selanjutnya yaitu Jerman. Saat tiba di Jerman ada satu hal biasa tapi bagi kaum laki - laki cukup menarik yaitu jalan tol disini yang disebut Autobahn tidak memiliki batas kecepatan maksimal sehingga biasanya ada mobil - mobil mahal yang dikemudikan super kencang disini. Kunjungan kami di Jerman hanya menumpang menginap saja karena tidak sampai 1 hari penuh di negara ini. Tidak jauh dari perbatasan dengan Swiss, kami mengunjungi sebuah desa wisata bernama Titisee. Titisee ini terkenal karena kita bisa menikmati pemandangan hutan black forest dan mengunjungi pembuatan Cuckoo Clock serta keindahan danau Titisee. Bagi warga Indonesia yang sedang berwisata kesini ada sebuah kebiasaan unik yang saya lihat disini, yaitu membeli koper bermerek Rimowa di sebuah toko bernama Drubba. Jadi menurut penjelasan tour leader yang mendampingi perjalanan saya, harga koper ini di Jakarta bisa belasan juta untuk ukuran kecil, tetapi disini harganya bisa hanya 7 jutaan dan masih dipotong bebas pajak bagi turis asing, maka dari itu selama jalan - jalan disini saya sering sekali melihat turis asal Indonesia menenteng koper Rimowa. 












Begitu sampai di Titisee saya langsung terkesan dengan kebersihan, kerapian, ketenangan, dan segala hal positif yang ada disini. Saya menebak ini desa wisata karena jika disebut tempat wisata tidak cocok, biasanya tempat wisata kan bayar, nah disini gratis hanya bayar parkir kendaraan saja. Bangunan - bangunan yang ada disini sangat klasik, bangunan lama khas Jerman tetapi dalam kondisi yang sangat terawat. Satu dua mobil lalu lalang di jalanan karena memang ini juga menjadi tempat tinggal penduduk setempat, tidak hanya tempat wisata bagi turis saja. Ada sangat banyak toko souvenir yang ada disini, harganya juga tidak semahal yang ada di Swiss sehingga bisa untuk berbelanja lumayan banyak. Saya pun berjalan kaki menuju daerah seputar danau untuk melihat black forest. Black forest adalah hutan pinus yang terletak di seberang danau jika dilihat dari Titisee, nah sebenarnya jika dilihat warnanya hijau seperti hutan pinus pada umumnya, tetapi jika dilihat dari ketinggian maka warnanya akan menjadi hitam, maka dari itu dijuluki black forest sejak jaman dahulu kala. Ada kegiatan yang bisa kita lakukan di danau seperti menaiki kapal wisata, selain itu di pinggir danau juga ada bianglala yang bisa dinaiki oleh wisatawan. Setelah dari Titisee saya mengunjungi kota bisnis yang bernama Koln. Saya hanya menumpang nginap disini, hanya sempat melihat ikon kota ini yaitu Cologne Chathedral, sebuah gereja yang sangat megah serta tinggi di pusat kota Koln.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge