03 Januari 2018

Beberapa Tips Singkat Menaklukkan Seleksi CPNS Kementerian Keuangan


Akhir tahun 2017 kemarin sedang ramai diperbincangkan penerimaan CPNS tingkat Kementerian yang akhirnya buka setelah 3 tahun tidak buka sejak tahun 2014. Hampir semua Kementerian membuka lowongan sehingga para lulusan perguruan tinggi ramai - ramai mendaftar CPNS. Saat ini sistemnya lebih bagus karena masing - masing pendaftar hanya bisa memilih 1 formasi di 1 kementerian sehingga terasa lebih adil. Beberapa orang mengirimkan saya pengumuman lowongan di Kementerian Keuangan. Saya bukalah pengumuman itu dan saya baca baik - baik formasi apa saja yang tersedia serta detail jumlah yang dibutuhkan. Saat itu kebetulan kebutuhan formasi yang ada jurusan Sistem Informasi nya cukup banyak dibutuhkan dan membuka jalur khusus cumlaude (perguruan tinggi terakreditasi A dan jurusan terakreditasi A saat lulus) sehingga membuat saya tertarik untuk mencoba daftar. Berikut adalah beberapa tahapan dan cerita di masing - masing tahapan tersebut hingga akhir sampai saya lolos di CPNS Kementerian Keuangan.


Tahap 1: Seleksi Administrasi

Ini adalah seleksi pertama dari tes CPNS. Seleksi ini sangat mudah karena hanya mengunggah hasil scanning dari dokumen - dokumen yang dibutuhkan. Tips dari saya, scanning lah seluruh dokumen penting yang anda miliki dalam 2 format yaitu pdf dan jpeg dan simpanlah di google drive agar bisa diambil sewaktu - waktu anda membutuhkan. Beberapa dokumen penting yang dibutuhkan scanning adalah (bukan hanya untuk CPNS saja):
a. Ijazah
b. Trankrip Nilai
c. KTP
d. NPWP
e. Pas foto dengan background merah
f. Akta Kelahiran
g. Kartu Keluarga
Meskipun tahap ini adalah tahap yang paling mudah, tetapi tetap ada pengguguran di tahap ini, teman saya ada yang sudah gugur di tahap ini. Menurut saya peserta yang gugur di tahap ini dikarenakan dokumennya ada yang salah, seperti hasil scan tidak terbaca alias buram, ukuran file tidak sesuai yang diminta, formasi yang dibutuhkan tidak sesuai dengan gelar pendidikan yang dia punya, atau paling apes ya pendaftarnya sangat banyak sehingga jika nilainya jelek tetap akan digugurkan. Maka dari itu jika IPK anda tidak terlalu bagus, jangan memilih formasi yang kebutuhannya sedikit atau formasi yang dirasa sangat favorit (biasanya sudah paham kan mana formasi yang favorit dan tidak favorit). Atau kalau mau cari aman ya pilih kementerian yang tidak favorit dalam seleksi CPNS. Pertimbangkan juga lokasi seleksi karena kalau Kementerian Keuangan ini seleksi nya di jogja sehingga harus keluar uang cukup banyak untuk pergi pulang dari Surabaya tempat tinggal saya. Nah, ada pertimbangan juga yang bisa dilihat, menurut saya kementerian yang lokasi seleksi nya hanya di Jakarta lebih mudah untuk ditaklukkan karena pesertanya terbatas hanya warga sana saja, berbeda dengan kementerian yang buka seleksi di masing - masing provinsi akan lebih sulit. Tapi semua tergantung pertimbangan anda, meskipun kementerian favorit tetapi anda sudah siap ya tidak masalah, toh kalau sudah siap maka akan lebih mudah menjalani berbagai macam tahapan seleksi ini.

Tahap 2: Seleksi Kemampuan Dasar
Nah, ini nih tahapan paling mengundang banyak perhatian dan menurut saya seperti UNAS nya CPNS, hehehe. Seleksi Kemampuan Dasar atau biasa disebut SKD menggunakan sistem baru yang lebih transparan dan canggih karena sudah menggunakan komputer semua untuk tes nya. SKD menggunakan sistem CAT yang dimiliki oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang sudah teruji mampu menghasilkan proses seleksi yang kredibel sejauh saya tahu. Saya akan membicarakan masalah sistem CAT nya dahulu baru membicarakan masalah pengalaman SKD pertama kali. Saya mengerjakan 100 soal pilihan ganda selama 100 menit yang terbagi menjadi 3 kategori, yaitu 35 soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), 30 soal Tes Intelegensia Umum (TIU), 35 soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Jawaban benar bernilai 5, jawaban salah bernilai 0, jawaban tidak diisi bernilai 0, sehingga saran saya wajib mengisi seluruh soal meskipun jawaban ngawur. Dalam mengerjakan soal SKD ini saya menggunakan sedikit strategi, yaitu 40 menit pertama saya gunakan untuk menyelesaikan seluruh soal TWK dan TKP karena tidak terlalu membutuhkan waktu lama, kalau tidak tahu jawabannya ya tinggal diawur saja karena diingat - ingat pun juga tidak akan ingat, tetap lupa. Nah, 60 menit sisanya saya maksimalkan mengerjakan soal TIU karena berupa hitungan dan punya potensi mendongkrak nilai lebih bagus karena bisa diperjuangkan untuk dihitung mencari jawaban benar dengan waktu yang lebih banyak.

Selain itu di TIU ada sekitar 5 soal cerita panjang yang sayang kalau tidak dijawab karena berpotensi jawaban benar tapi menghabiskan waktu, makanya TIU diberikan ruang waktu paling banyak dalam strategi saya. Tips lain dari saya adalah belajar sebanyak mungkin soal - soal tentang TWK karena ini soal bisa membuat tidak lolos akibat passing grade atau memang kalah saing saat diperingkat. Pahami konten utama UUD 1945 mulai dari sejarahnya hingga isinya, kemudian sejarah kemerdekaan (BPUPKI, PPKI), dan pengamalan pancasila. Paling bikin mikir sebenarnya pengamalan pancasila karena jawabannya terlihat benar semua, jadi harus dipahami  masing - masing sila tersebut bermakna apa dalam penerapan sehari - hari. Nah, selanjutnya adalah soal TKP, sebenarnya TKP ini jarang membuat peserta tidak lolos passing grade sehingga sering diremehkan, tetapi berpotensi membuat kalah saing dibandingkan peserta lain karena nilainya tidak sebagus peserta lain jadi harus dimaksimalkan juga. Tips dari saya baca petunjuk yang ada di bagian atas masing - masing soal karena jawaban harus sesuai dengan konteks yang ada disitu agar bisa mendapatkan nilai sempurna. Semua jawaban akan terlihat benar tetapi yang paling benar adalah jawaban yang sesuai dengan petunjuk di atas masing - masing soal. 

Tips terakhir dari saya belilah buku latihan CPNS yang terbaru, usahakan buku tersebut memiliki try out dalam jumlah banyak (minimal 3 try out lah) agar anda bisa latihan sesering mungkin di soal try out dengan soal yang berbeda - beda. Latihan try out sangat penting untuk mengasah kemampuan kita dalam membagi waktu dan mencoba menerapkan strategi yang sudah dibuat. Saya mengerjakan try out sesuai dengan strategi pembagian waktu yang telah dibuat serta dibantu oleh stopwatch untuk memantau durasi pengerjaan. Kalau bisa habiskan seluruh latihan soal yang ada di buku tersebut, saya malas membaca jadi saya mencari tahu jawaban setelah mengerjakan sebuah latihan soal selama 1-2 jam. Benar - benar kerjakan latihan tersebut, jangan 1 soal lalu buka kunci, 1 soal lagi lalu buka kunci lagi, kalau seperti itu otak tidak akan terbiasa untuk berlatih SKD 100 menit, apalagi bagi lulusan yang bukan fresh graduate seperti saya ini. Saran saya kalau tidak nutut waktunya saat latihan, luangkan waktu 3-5 menit terakhir untuk mengawur jawaban saat seleksi yang sesungguhnya berlangsung daripada masih menghitung soal yang lain maka sayang sekali kalau ada beberapa nomor yang tidak dijawab sama sekali.

Cerita selanjutnya adalah pengalaman selama saya mengikuti SKD. SKD dilaksanakan dengan begitu ketat, hanya boleh membawa kartu peserta dan KTP saja ke dalam ruangan ujian, pemeriksaannya pun sudah seperti masuk ke bandara karena menggunakan metal detector dan body check. Banyak - banyak berdoa saja sebelum masuk ke ruang ujian karena harus menunggu cukup lama. Kalau saya sih lebih memilih tidak ngobrol sebelum SKD agar tenaga tetap terjaga, ngobrol bikin tenaga terkuras lho. Persiapkan stamina yang cukup karena proses menuju SKD ini panjang banget dan penuh antrian mulai dari menitipkan barang hingga masuk ke ruangan. Begitu selesai mengerjakan soal langsung keluarlah nilai yang didapatkan, saya mendapatkan nilai 387 dari nilai maksimal 500, lumayan lah, kalau super pinter biasanya nilainya di atas 400. Seru deh pokoknya, apalagi saya baru pertama kali ikut beginian.

Tahap 3: Psikotes
Jika lolos SKD, maka tahap selanjutnya adalah Psikotes yang juga berbasis komputer. Peserta yang lolos ke tahap ini adalah 3 kali jumlah formasi yang dibutuhkan, jika dibutuhkan 10 orang di formasi tersebut maka yang lolos ke tahap ini adalah 30 orang. Materi yang harus dipelajari di psikotes adalah kemampuan berhitung dan logika, serta ada juga memahami grafik dan setelah itu dihitung. Menurut saya cukup itu saja yang dipelajari karena untuk komponen soal yang lain memang mengukur kemampuan kita secara psikologi, jadi belajarlah perhitungan sebaik mungkin. Sama seperti SKD, jawablah semua soal yang ada, kemungkinan menjawab semua soal di psikotes lebih kecil karena bobot kesulitan soal yang lebih tinggi sehingga kalau saya pribadi menyiapkan 1 menit terakhir untuk mengawur jawaban daripada tidak dijawab sama sekali.

Tahap 4: Tes Kesehatan dan Kebugaran
Jika lolos psikotes maka akan lanjut ke Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK). Peserta yang lolos ke tahap ini jumlahnya 2 kali jumlah formasi. Tidak ada yang perlu dipersiapkan dalam tes kesehatan karena hanya dicek kondisi sesungguhnya dari tubuh peserta. Namun jika anda harus juga menjalani tes kebugaran maka jauh - jauh hari harus mempersiapkan diri untuk lari 12 menit sejauh mungkin, push up, dan sit up. Tes ini akan sangat menguras tenaga sehingga harus sarapan terlebih dahulu, tetapi jika anda bawaan kram perut kalau olahraga setelah makan, makanlah saat jam sahur seperti jam 3 pagi agar saat seleksi pagi hari tidak kram perut.

Tahap 5: Wawancara
Tahap selanjutnya yang penggugurannya jadi satu dengan TKK adalah wawancara. Menurut saya tidak ada yang perlu dipersiapkan dalam tahap ini karena yang dilihat ya pengalaman anda selama hidup ini. Cukup diingat - ingat aja anda selama ini pernah beprestasi apa saja, terutama yang berhubungan dengan formasi yang anda lamar, semakin berkorelasi maka nilai anda akan semakin bagus. Setelah wawancara malah yang perlu anda siapkan dengan baik, apa itu? lanjut ke tahap selanjutnya.

Tahap 6: Pemberkasan
Tahap ini bukanlah tahap pengguguran tetapi anda bisa tersendat jika tidak mempersiapkan apapun di tahap ini. Kalau anda yakin bakal lolos tahap TKK dan wawancara maka setelah seleksi tersebut anda harus segera mempersiapkan segala dokumen yang dibutuhkan saat pemberkasan daripada menunggu pengumuman akhir dan malah kelabakan setelah itu, apalagi bagi anda yang tinggal di luar kota KTP anda. Beberapa dokumen yang wajib disiapkan jauh - jauh hari (tapi jangan melebihi 3 bulan juga sih), itu adalah:
a. SKCK tingkat polres/polresta yang masa berlakunya melebihi tanggal pemberkasan (tanggal pemberkasan sudah diumumkan sejak awal sehingga anda sudah bisa mempersiapkan diri sebelumnya)
b. Legalisir ijazah pendidikan terakhir anda dengan tanda tangan basah (asli bukan stempel) dari dekan (tidak boleh jabatan di bawah itu daripada bermasalah)
c. surat keterangan sehat jasmani rohani serta surat bebas NAPZA dengan tanda tangan dokter yang mempunyai NIP serta dibuat di rumah sakit pemerintah

Mengapa saya menyarankan agar dibuat dulu padahal belum tentu lolos? karena ada saja kejadian peserta yang sudah lolos terkendala masalah berkas saat membuat dokumen - dokumen tersebut setelah pengumuman, misalnya blakno SKCK habis, antrian panjang di rumah sakit, atau dekan sedang keluar negeri dalam waktu lama. Daripada mengalami kejadian seperti itu mending repot di awal tetapi tenang di akhir.

Sekian tips singkat agak panjang dari saya tenang seleksi CPNS di Kementerian Keuangan, bagi anda pembaca yang akan mendaftar di CPNS selain Kementerian Keuangan artikel ini masih relevan sampai tahap SKD, tetapi setelah itu masing - masing lembaga punya tes masing - masing yang tentunya berbeda antar lembaga. Secara umum persiapannya ya belajar, banyak - banyak berdoa agar tidak ada kendala saat seleksi. Selamat berjuang kawan!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge