06 Januari 2018

Bubur Barito: Bubur Legendaris yang Tetap Sederhana


Perjalanan kuliner saya di Jakarta pada tahun 2018 ini dimulai dari rasa penasaran saya terhadap salah satu bubur paling terkenal di Jakarta. Dulu saat saya masih kerja praktik disini dan ingin mencoba bubur ini, ternyata tutup. Nah, jadilah kemarin saya mampir di bubur ini sekalian dengan bertemu kawan saya yang tinggal tidak jauh dari sini. Namanya adalah Bubur Barito yang terletak di jalan Gandaria Tengah 3, dekat dengan kawasan blok M. Menurut artikel yang saya baca, dulu buburnya berjualan tidak disini melainkan agak geser ke posisi lain tetapi karena pembangunan trotoar dan perapian kawasan makanya dibuatlah sebuah semacam pujasera di jalan ini dan salah satu outlet yang buka disini adalah bubur barito yang sudah ada sejak tahun 1992 ini.






Jadi kalau anda sebagai pendatang cara mudahnya pake google maps aja karena sudah tepat disana, yang pasti di jalan yang sudah saya tuliskan tadi. Hal yang harus dilakukan pengunjung adalah mencari tempat duduk terlebih dahulu, boleh duduk di seluruh meja yang ada disitu, batas akhirnya adalah pintu masuk sebuah bangunan yang membelah pujasera ini, bagian yang setelah pintu tidak boleh untuk duduk pembeli bubur barito. Menu disini yang paling favorit adalah bubur special (telur) seharga 19 ribu rupiah. Saya memesan ini dan ingin membandingkan dengan bubur mang dudung yang paling terkenal di Surabaya. Saya juga memesan teh manis seharga 4 ribu rupiah. Setelah pesanan saya datang, saya pun melihat isinya terlebih dahulu. Menurut saya ini lebih mirip bubur Ta Wan karena tidak ada hati ayamnya, kalau mang dudung ada hati ayam nya. Rasanya pun enak, tetapi bagi yang suka asin pasti lebih suka bubur mang dudung karena ada rasa asin nya kalau disitu. Wajib dicoba bagi pecinta bubur nih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge