01 Januari 2018

GO LIFE: Sepenggal Kisah Perjalanan Karir Pertama Seorang Tito


Mengawali post blog pribadi saya di tahun 2018, saya ingin menulis tentang tempat kerja saya hingga akhir tahun 2017, GO LIFE Surabaya. Mengawali tahun baru dengan pekerjaan baru membuat saya flashback apa aja yg udah pernah dilakuin selama ada di tempat kerja lama saya. Kerja disini berasa jadi panitia tapi dibayar, kerja gak mengenal hari dan gak mengenal waktu, berhubungan dengan banyak sekali orang, dan harus punya banyak ide menghadapi masalah - masalah yang selalu ada. Bertanggung jawab terhadap nasib dapur mengebul ratusan orang jadi beban moral paling terasa, salah kebijakan ya ada kehidupan orang lain disitu. Susah senang dilewati bersama baik dengan mitra maupun dengan teman kantor yang jumlahnya tidak lebih banyak dari jumlah jari di satu tangan ini. Namanya juga startup apapun dilibas, mulai bagi - bagi brosur dan angkut - angkut barang di pameran sampai bikin strategi ke depan harus kayak gimana agar target tercapai dijalani semua. Bertemu dan berhubungan dengan mitra - mitra yang jumlahnya sekarang sudah berkali lipat dari awal saya masuk dulu ini bakal tetap jadi cerita paling seru dalam hidup saya.


Dari ratusan mitra GO LIFE Surabaya, ada beberapa mitra yang paling saya ingat. Saya akan menceritakan 2 dari sekian banyak tersebut. Pertama namanya bu Lailatun. Dulu di minggu kedua saya kerja, bu Lailatun datang bawa seluruh peralatan lalu bilang ingin keluar kerja GO MASSAGE karena sudah beberapa bulan tidak mengambil order. Lalu saya tanya kenapa kok pingin keluar, katanya kemarin - kemarin tidak ambil order jadinya pingin keluar karena sungkan, lalu saya tanya memangnya sekarang masih kerja di tempat lain atau tidak, lalu dia menjawab barusan keluar juga dari tempat kerjanya yang lama, tempat kerja lamanya ini yang membuat bu Lailatun tidak pernah mengambil order dari GO MASSAGE. Saya kan jadi bingung, kalau dia keluar GO MASSAGE juga kan jadinya dia tidak punya pekerjaan sama sekali dong. Akhirnya saya rayu agar tidak jadi keluar dan kembali bekerja di GO MASSAGE untuk mendapatkan penghasilan, awalnya dia tidak mau, karena selain sungkan dia juga tidak bisa sama sekali memakai HP android, tetapi orang seperti ini harus dibimbing karena mereka tidak tahu ke depan harus hidup seperti apa. 

Akhirnya maulah dia ikut GO MASSAGE lagi dan tidak jadi keluar. 2 minggu pertama setelah tidak jadi keluar tersebut, hampir setiap hari dia datang ke kantor dan bialng "mas, tidak bunyi, retri retri", ya jelas retry lah internetnya saja mati tidak diaktifkan, dia tidak tahu sama sekali tentang paket internet dan wifi. Akhirnya saya minta kalau hari kerja di kantor aja pakai wifi kantor, kalau malam hari minta tolong mas - mas penjual di warkop (warung kopi) agar dibenerin pengaturan wifi nya agar bisa tersambung ke internet. Lama kelamaan dia punya kenalan konter HP untuk memaketkan internet di HP nya. Suatu saat saat saya lagi jaga pameran di lokasi yang jauh dari kantor, waktu ngobrol dengan teman dan saya noleh langsung kaget tiba - tiba ada bu Lailatun berdiri nungguin saya noleh, untung saya noleh, kalau tidak noleh dia bakalan mematung ber jam - jam dong. Dia abis dari kantor mencari saya buat benerin HP nya dia, ternyata paket internetnya tidak diaktifkan, dan dia motoran jauh - jauh ke tempat pameran, tipe - tipe pemalu dan susah paham teknologi.
 





Setelah kerjanya lumayan lancar, dia sering datang ke kantor untuk cerita - cerita dapat customer yang unik - unik, kadang juga bawain telor asin, pernah juga bawain sinom. Kalau ngobrol harus sabar, saya tanya apa dijawab apa, dijelasin apa besoknya sudah lupa, disuruh belajar sendiri susah banget, maunya dibenerin terus. Setiap tanya selalu diawali "Pak Tito" dengan suara parau. Waktu 1 hari sebelum hari terakhir kerja saya di kantor dia datang buat perpisahan, sudah bawa HP baru, katanya lupa bawa telor asin sambil wajahnya sedih, besok katanya mau dianterin soalnya saya besok masih di kantor. Sudah rajin kerja ibuknya, sudah lancar pakai HP.






Mitra kedua yang akan saya ceritakan adalah bu Siti Cholifah alias Sitkol. Ibu - ibu paling sering ke kantor sepertinya. Dulu awal masuk di minggu pertama dia bawakan mukenah ke kantor, di mukenahnya ditulisi GO LIFE. Ibu satu ini dikeluarkan dari group WA mitra karena tidak bisa dikasih tau, bukan bandel tetapi seperti gak paham apa yang harusnya tidak boleh dia lakukan. Orangnya baik soalnya, jadi murni tidak paham. Masa diberi tahu kalau ngetik jangan capslock, tetap saja memakai capslock, sampai sekarang bahkan. Sudah diberi tahu jangan mengirimkan info selain pekerjaan di group WA mitra tetap saja dilakukan. 




Tidak bisa share di group karena dikeluarkan membuatnya mengirimkannya ke WA pribadi kantor saya dan ditanyain terus tentang info - info terbaru GO MASSAGE, tidak apa - apa yang penting tidak mengganggu group tetap saya tanggapin. Beberapa bulan terakhir bu sitkol ini punya program bagi - bagi makanan gratis buat jamaah sholat jumat dekat kantor, sebulan 2 kali. Jadi rombong bakso, rombong soto pernah nangkring di depan kantor, kantor pun berubah jadi warung gratisan dadakan, gapapa selama untuk kebaikan pasti kami dukung. Bu Sitkol juga berperan dalam peningkatan kadar micin karyawan GO LIFE Surabaya karena sering banget bawain pop mie sama kopi, saya udah bilang bawain steak aja bu tetep aja dibawain pop mie, hehehe. Bu Sitkol ini juga susah paham teknologi, apalagi kalau kirim email susah banget suruh belajar, harus dibimbing. Kalau nanya capslock jadi harus mendelik biar terbaca.




Bakal kangen sama menjelaskan aplikasi dan cara mengirimkan email ke lebih dari 20 ibu - ibu setiap sesi dengan celetukan "mas apa itu jimel?" dan dijawab "iku lho kotak surat", ramainya sudah kayak pasar malam, ibu - ibu datang ke kantor karena HP tidak bunyi ternyata kepencet mode pesawat, ngetik HP touchscreen kayak nunjuk makanan di warteg jadinya ya tidak ngaruh. Satu tahun lebih terakhir membuat mata terbuka bahwa Indonesia butuh lebih banyak orang yang turun tangan, masih banyak orang yang membutuhkan bukan sekedar diberikan uang tetapi diberikan keterampilan agar bisa bertahan hidup dengan kemampuannya. "Sebaik - baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain". Terima kasih GO LIFE sudah mengajarkan apa artinya bermanfaat bagi orang lain. Bakal rindu, pasti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge