08 April 2018

Batu Flower Garden: Wisata Foto Terbaru di Kawasan Coban Rais


Sudah lama sekali saya tidak jalan - jalan, padahal jaman kuliah ke Malang tinggal berangkat saja tidak perlu pikir panjang. Kesempatan pulang kampung kali ini saya manfaatkan untuk mengunjungi sebuah tempat wisata yang sepertinya sedang sangat ramai dikunjungi akhir - akhir ini, namanya adalah Batu Flower Garden yang terletak di kawasan wisata Coban Rais sehingga orang - orang lebih mengenalnya dengan wisata Coban Rais meskipun foto yang dipasang adalah di Batu Flower Garden. Kalau dari arah Malang atau Surabaya, ikuti petunjuk arah ke jalan lingkar yang tembus ke BNS atau Predator Fun Park, jadi tidak sampai masuk ke kota Batu untuk menuju ke Coban Rais ini. Google maps sudah mampu menunjukkan arah jalan dengan akurat sehingga bisa dimanfaatkan karena dari petunjuk jalannya tidak terlalu jelas sampai kita sampai di jalan lingkar barat Batu. Di loket kita harus membayar biaya masuk Coban Rais dan parkir kendaraan, saya agak lupa harganya, kalau tidak salah sekitar 10 ribu per orang.



Nah, dari tempat parkir ke Batu Flower Garden ini jarak berjalan kakinya tidak terlalu jauh tetapi ada ojek seharga 10 ribu yang siap mengantar, jadi silahkan dipilih. Waktu berkunjung paling tepat menurut saya adalah pagi hari dan saat hari kerja karena cuaca cenderung cerah dan pengunjungnya lebih sepi. Saat di loket saya masih belum paham tentang konsep wisata disini, karena ada harga wajib sebesar 25 ribu dan ada harga - harga tambahan untuk tempat - tempat yang lain, saya kira itu harga untuk masuk tempat lain itu. Ternyata disini seluruh wisatanya sudah dikonsep dengan sangat rapi menurut saya secara sistem. Jadi wisata menikmati pemandangan di area utama adalah 25 ribu itu karena area nya cukup luas, nah jika ingin foto - foto di area lain maka ada harga tambahan dan area tersebut khusus untuk foto sehingga masuknya harus bergantian agar fotonya bagus. 



Selain itu harga yang dibayarkan sudah termasuk jasa fotografer dan 2 file gratis foto hasil jepretan fotografer, dia akan mengambil foto minimal 6 kali di masing - masing tempat, jika ingin mengambil file lebih dari 2 maka siapkan uang 5 ribu per file. Disini tidak ada pembayaran menggunakan debit ya sehingga jika berencana foto di banyak spot dan ingin mengambil banyak file saran saya siapkan uang tunai dalam jumlah yang cukup banyak, yaa di atas 100 ribu lah ya. Kecanggihan lainnya disini adalah meskipun antar spot foto jaraknya jauh - jauh antar bukit, seluruh foto nantinya bisa diambil di pusat pengambilan foto di pintu keluar yang jaraknya juga jauh, jadi di masing - masing spot ini ada laptop dan tersambung kabel jaringan LAN untuk mengirimkan foto ke pusat pengambilan foto, sungguh canggih di wisata alam seperti ini. Konsep yang menurut saya sangat bagus karena kendala kita selama ini adalah foto jelek karena pemandangan terhalang pengunjung lain, selain itu bingung sudut pengambilan foto yang bagus darimana dan siapa yang bisa diminta tolong untuk mengambil foto jika datang bersama pasangan. 



Selain itu sistem antrian membuat pengunjung tidak berebut foto atau masuk, semua sudah ada antriannya. Meskipun bakal menambah waktu menunggu hanya untuk sekedar foto, tapi menurut saya worth it jika ingin mendapatkan gambar yang maksimal. Spot - spot foto yang menurut saya bagus adalah rumah hobbit dan sepeda udara, untuk spot foto yang lain relatif sama dengan pemandangan pegunungan di belakang. Saran saya jika mengambil beberapa spot, datangi dulu spot tambahan yang tidak wajib karena lebih sepi sehingga tidak antri terlalu lama, setelah itu baru masuk spot utama seharga 25 ribu yang wajib dibeli itu tadi karena antrinya lama sehingga tidak terlalu rugi jika tidak jadi foto disitu. Pengelolaan secara professional seperti ini menurut saya perlu dicontoh oleh tempat - tempat wisata yang lain karena menguntungkan kedua belah pihak (bagi yang suka tertib).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge