15 April 2018

Hello Sorong


Saya sering ambil penerbangan malam kalau pulang ke Surabaya karena ingin memaksimalkan waktu di kota singgahan sehingga tiba di bandara Juanda waktu bandara mau tutup gitu deh jam 22 an lah biasanya. Nah, saat sampai di bandara Juanda itu sering banget denger pengumuman panggilan boarding untuk penumpang dan tujuan yang disebutkan itu nama - nama kota yang ada di Indonesia timur, termasuk Papua. Saya tidak terbayang sama sekali Papua itu seberapa jauh dan seberapa besar, melihat peta Indonesia tidak cukup menggambarkan. Bayangan saya itu pulau jauh banget dan kalau kesana harus penuh perjuangan. Bayangkan saja penerbangan kesana itu malem - malem, udah kayak ke negara nan jauh disana saja. Sampai pada akhirnya saya ditempatkan di Sorong, kota terbesar kedua di pulau Papua setelah Jayapura. Saat pertama kali mendengar kota ini tidak ada bayangan sama sekali ini dimana dan seperti apa kotanya. Misalkan ditunjukkan peta buta Papua, saya tidak tahu ini letaknya di titik yang mana, sama sekali tidak ada bayangan. Saya tipe - tipe orang kalau sudah pernah kesana baru paham secara geografis di peta itu letaknya di sebelah mana. Disinilah saya sekarang.

Sorong terletak di provinsi Papua Barat, ibukota provinsi ini adalah Manokwari, kota yang lebih jauh dan lebih kecil daripada Sorong, jadi pembagian peran antar daerahnya sudah bagus disini, ibukota pemerintahan lebih kecil daripada kota pusat bisnisnya, Sorong ini dijadikan pusat bisnis Papua Barat. Syukurlah tempat saya bekerja lebih menempel di kota - kota pusat perdagangan untuk kantor besarnya sehingga saya masih ada disini. Kalau ditanya kota di pulau Papua paling terjangkau dari Jawa ya jawabannya Sorong ini karena letaknya di sisi paling barat di pulau paling timur di Indonesia. Penerbangan langsung dari Surabaya memakan waktu 3 jam, kalau ke arah barat itu sudah sampai Aceh lah kira - kira. Kota terbesar di pulau Papua yaitu Jayapura jaraknya 2 jam lebih jauh dibandingkan Sorong, jadi kalau dari Surabaya ya 5 jam, kalau dari Jakarta ya 6 jam, sejauh itu mas mbak sekalian. 

Perbedaan zona waktu dengan Jawa adalah 2 jam, cukup signifikan menurut saya untuk ukuran satu negara, disini udah waktunya tidur jam 22 disana masih nongkrong2 jam 20, beda jauh kan. Pertama kali tiba disini tidak ada bayangan apa - apa ini kota seperti apa, ternyata ya termasuk lumayan sih, masih ada bangunan agak tinggi 6 lantai gitu, toko - tokonya juga masih banyak. Hanya ada 1 jalan besar disini yang memang jalan nasional yang kalau diteruskan bakal nyambung ke jalan trans papua, dan semua pusat bisnis ada di jalan raya ini. Mulai dari pelabuhan, mall, bandara, hotel, rumah sakit, semua ada disini. Jalan - jalan lainnya hanya jalan kecil - kecil yang isinya paling mentok toko supermarket dan hotel, jadi ya kalau bisa dibilang Sorong ya satu jalan ini saja. Saya membayangkan kota terbesar kedua di pulau sebesar ini saja masih seperti ini, bagaimana keadaan daerah - daerah lain ya, ini sudah mending karena presiden kita saat ini fokus membangun daerah - daerah disini memang jadi sudah lumayan terasa dampaknya. Disini tidak ada bioskop dan indomaret/alfamart/supermarket bermerek lainnya, restoran merek terkenal paling mentok KFC, dunkin donuts, solaria, dan CFC. 

Merek - merek lain yang mungkin masih tidak asing disini ada planet surf, natasha, dum dum, pok pok, roti boy, ya itu sih seinget saya. Harga tiket ke Sorong dari Surabaya saat ini tidak terlalu mahal, berkisar 1,1-1,3 juta rupiah paling murah, ya mirip - mirip Surabaya ke Medan lah ya harga segitu, jadi untuk urusan pulang kampung rasanya sama saja dengan yang penempatan di ujung pulau Sumatera hehe. Bedanya hiburan di dalam kota nya sangat sedikit, paling banyak karaoke semua merek ada rasanya, happy puppy, nav, inul vista, charly, ada semua. Bandara disini benar - benar di tengah kota, jadi kalau mau ke mall paling besar disini lewat bandara dulu dan pesawatnya kelihatan karena memang di tengah kota Bandaranya, jadi kos saya ke bandara sekitar 15 menit saja, plus nya itu sih, kalau banyak duit buat pulang hehehe. Harga - harga disini kalau digeneralisir ya anggap aja 2 kali harga Surabaya untuk beberapa hal seperti potong rambut, makan penyetan, makan ayam geprek, makan di warung - warung, dan beberapa hal lain. 

Tetapi untuk harga - harga barang sehari - hari kayak sabun, shampo, snack, itu kayaknya sama sih dengan harga di Surabaya. Harga - harga barang merek kayak KFC pun juga sama dengan Surabaya. jadi ya anggep aja kalau lebih mahal berarti 2 kali lipat tapi untuk harga lainnya sama saja. Sorong juga masih sering listrik mati, di kantor saya kadang - kadang mati listrik cukup lama juga. Sorong terkenal menjadi pintu masuk ke Raja Ampat, tempat wisata yang sedang naik daun banget. Raja Ampat itu adalah kabupaten yang punya ibukota namanya Waisai, nah naik kapal cepat ke waisai durasinya 2 jam, kalau pesawat ada juga durasinya 30 menit. Perjalanan wisata raja ampat paling banyak dimulai dari waisai, misal waisai ke piaynemo itu sekitar 2 jam, waisai ke wayag sekitar 4 jam. Ada juga paket wisata sehari dari sorong berangkat super pagi pulang malam harganya sekitar 2 juta (karena ada tiket masuk khusus daerah raja ampat sekitar 500 ribu), aslinya sih 1.5 juta doang. Paket yang mahal itu kalau ke wayag, itu harus yang paket wisata 5 jutaan setahu saya, kalau cuma ke piaynemo doang paket 2 juta sehari dua hari juga ada. Jadi kalau misalkan wisata hemat ke raja ampat dari surabaya, modal tiket pesawat pp 2.5 juta dan paket wisata yg murah sekitar 2 juta, dengan 4.5 juta per orang pun sudah bisa menikmati raja ampat dari Surabaya. Sekian cerita singkat saya tentang Sorong, semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge