07 Mei 2018

Holycow: Menikmati Steak Semi Premium yang Nikmat


Pada kesempatan wisata kuliner kali ini saya mengunjungi sebuah restoran yang ada di Surabaya. Restoran ini ada di beberapa kota besar di Indonesia sehingga coba cari di google saja jika tertarik untuk menikmatinya juga. Nama restoran ini adalah Holycow Steakhouse by Chef Afit yang terletak di jalan Pregolan nomor 6, Surabaya. Ada 2 restoran Holycow yang berdiri karena kedua pemilik terdahulunya tidak sepaham lagi dan akhirnya "bercerai". Nama restoran satunya adalah Steak Hotel by Holicow. Kedua nama restoran ini ada juga di Surabaya sehingga jangan sampai keliru saat berkunjung ya. Alasan saya mengunjungi restoran yang dimiliki oleh chef Afit karena setiap teman saya yang makan di Holycow selalu datang nya kesini, bukan ke satunya sehingga saya memilih datang kesini. Cabang satu lagi dari Holycow versi chef Afit ini ada di Surabaya Town Square. Saya datang saat sore hari sehingga pengunjung tidak terlalu ramai, enaknya makan sore ya itu, lebih sepi, hehehe.









Lembaran menu yang ada disini sangat simpel, hanya 1 lembar berukuran A3 saja. Kalau dari pilihan minumannya terlihat seperti restoran cepat saji, tidak ada pilihan minuman yang ribet - ribet, berbeda dengan restoran steak lainnya yang pernah saya kunjungi dengan pilihan minuman yang sangat beragam. Sepertinya restoran ini fokus di penyajian steak nya karena pemilihan menu steak nya sangat beragam, termasuk jenis daging yang dipakai. Hasil browsing saya kalau datang kesini rugi kalau tidak mencoba jenis daging wagyu, sehingga saya memilih daging wagyu dengan harga yang paling murah, hehehe. Saya memilih Wagyu Rib Eye seharga 193 ribu belum termasuk pajak, kalau mau kualitas premium ada Wagyu yang harganya 400 ribuan. Saya tidak tahu dunia perdagingan sehingga ya saya percaya aja wagyu pasti enak. Setelah memilih daging apa selanjutnya pengunjung harus memilih mau saus apa, saya pesan saus mushroom yang katanya spesial dari restoran ini. Terakhir pengunjung harus memilih tingkat kematangan dagingnya, saya tidak neko - neko langsung memilih well done saja yang artinya matang, kalau mau tidak terlalu matang pilih medium. Boncafe yang harganya lebih murah pemilihannya tidak terlalu banyak seperti ini, jadi memang semakin mahal akan semakin banyak opsi. Minumannya pun saya memilih nestea free refill, sepertinya konsep restoran ini kayak semacam Carls Jr versi steak. Tidak menunggu lama pesanan saya pun datang. Melengkapi dagingnya ada buncis, kentang goreng (bisa pilih mashed potato juga yang artinya kentangnya sudah dihancurkan), dan potongan jagung. Saat suapan pertama rasanya emang enak banget, tidak heran restoran ini selalu ramai dikunjungi. Dagingnya empuk dan bumbunya meresap hingga ke dalam. Cara penyajian yang berbeda dengan restoran steak yang pernah saya kunjungi sebelumnya memberikan pengalaman baru yang berharga. Andai saja harganya seperti steak - steak murah yang biasanya saya kunjungi, pasti bakal sering kesini, hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge