24 Juni 2018

Wayag: Puncak Keindahan Raja Ampat


Perjalanan hari selanjutnya adalah perjalanan puncak dari seluruh rangkaian wisata ini. Ibarat kata ini adalah "Gong" nya. Hari ini rombongan kami akan pengunjungi puncak Wayag, dimana pemandangan paling indah seantero Indonesia akan ditemukan disini. Tidak semua rombongan ikut karena mama saya, nenek saya, kakek saya, dan budhe saya tidak ikut karena alasan medan terjal yang harus dihadapi untuk mencapai puncak Wayag. Perjalanan ke Wayag ditempuh dengan speedboat bermesin lumayan besar selama 3 jam, kalau mesinnya tidak terlalu besar memakan waktu 4 jam. Sebelum memasuki kawasan Wayag harus melapor dulu ke desa di sebuah pulau tetapi biasanya sudah diurus oleh pemandu wisata. Peralatan yang wajib dipakai saat kesini adalah sarung tangan yang dibeli di toko pendaki gunung, kemudian celana jeans kalau bisa, dan sepatu ringan tetapi tidak tipis. Jangan lupa sarapan dan membawa minuman/makanan berenergi saat akan kesini. Mengapa begitu ribet yang harus dipersiapkan? karena tidak ada unsur buatan manusia disini.








Saya kira setidaknya masih ada dermaga untuk kapal sandar, ternyata kapal sandar di tepi pulau batu karang dan talinya dikaitkan ke batu karang disitu. Jadi untuk memijak ke pulaunya kita lompat dari kapal ke tebing karang, benar - benar langsung tebing berbatu tajam gitu, gila sih. Tidak ada jalur tanjakan yang dibuat untuk memandu wisatawan, jadi harus didampingi oleh pemandu wisata agar tidak tersesat, benar - benar alami. Batuannya sangat tajam tapi kuat sehingga sebenarnya lebih memudahkan untuk menanjak tapi lebih mudah untuk terluka, maka dari itu peralatan yang tadi saya bilang wajib dibawa/dipakai. Jalurnya hanya ada satu saja sehingga wisatawan naik dan turun bertemu di jalur yang sama, harus salipan gitu disini. Saya membayangkan kalau setelah hujan pasti tidak boleh sih wisata disini karena tidak ada pengaman sama sekali dan medannya curam. Setelah sampai rasanya terbayar sudah perjuangan sampai di atas sini, pemandangannya benar - benar bagus, seperti melihat wallpaper laptop/HP di depan mata langsung. 








Jangan lupa membawa tisu agar bisa foto - foto dengan wajah yang lebih manusiawi karena setelah menanjak pasti sudah berantakan penampilan kita. Gugusan pulau - pulau karang yang lonjong ke atas tidak ada kembarannya di dunia, ya hanya disini. Disini ada peraturan tidak tertulis bahwa jangan lama - lama disini karena bergantian dengan rombongan lain, sehingga kalau datang saat high season ya jangan harap berlama - lama menikmati keindahan puncak Wayag yang tiada tandingnya ini, ambil cuti saja saat hari kerja lebih worth it menurut saya. Wisata disini benar - benar membutuhkan fisik yang prima, setelah naik kapal minimal 3 jam, harus mendaki terjal paling cepat 30 menit, belum turunnya. Menurut saya meskipun 2 kali lebih mahal daripada wisata paket Piaynemo saja, tetapi ini harus dikunjungi karena ya keindahan sebenarnya ada disini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge