25 November 2018

Sebagai Generasi Penerus Bangsa, Apa yang Bisa Kita Bantu untuk Perekonomian Indonesia?

Lagi musim banget kayaknya ngomongin keuangan di generasi yang sekarang udah mulai punya duit sendiri, apalagi Indonesia sebentar lagi masuk masa - masa bonus demografi, angkatan kerjanya mendominasi, kalau bisa dimanfaatkan dengan baik bakal bagus untuk masa depan Indonesia nih. Abis dengerin dan baca sekilas tentang keuangan, Indonesia tuh butuhnya investasi dari penduduknya sendiri untuk negara, contohnya di Surat Berharga Negara (SBN) dan saham - saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan nasional lainnya. Singkatnya, nanti APBN akan terisi oleh uang - uang dari rakyatnya sendiri, selama ini kalau gak ada rakyat yang investasi di negara sendiri ya terpaksa harus cari utang asing. Misalkan pemerintah butuh APBN 2000 triliun, pajak dapetnya 1700 triliun, 300 triliunnya kan kalau isinya mayoritas SBN dan penerimaan negara dari BUMN bakal bagus, utang asingnya pelan - pelan bakal berkurang dan pada akhirnya ekonomi nasional menjadi stabil.

Sebenarnya cara paling mantap ya bikin bisnis yang memberdayakan sumber daya lokal mulai dari manusia sampai bahan bakunya, syukur - syukur bisa ekspor ya makin bagus. Tapi kan gak semua orang bisa melakukan itu, tapi semua orang bisa membantu pemerintah lewat konsumsi lokal dan investasi SBN atau saham BUMN itu tadi, mumpung pemerintah udah bikin channel - channel kekinian sekarang yang dulu belum terpikir, makanya dulu awam banget kan sama istilah - istilah investasi di atas. Sebagai manusia biasa susah juga untuk menahan hawa nafsu misal konsumsi produk impor terutama produk teknologi, makanan minuman, dan fashion ya kan, saya pribadi menebus "dosa" itu dengan menaruh aja investasi di SBN yang hampir pasti aman, negara bisa membangun deh dari uang yang saya investasikan dan setidaknya ada yang saya lakukan untuk membantu pemerintah dalam upaya memperkuat ekonomi Indonesia. Sebagai anak muda masa ya masih jaman protes - protes doang tanpa melakukan sesuatu, sudah waktunya turun tangan sekecil apapun kontribusi kita. 100 ribu rupiah kalau dikali 260 juta rakyat Indonesia aja udah pusing tuh kan nol nya berapa. Kesimpulannya konsumsi dan investasi harus berjalan secara simultan, kondisinya konsumsi rem dikit dan dananya dialokasikan untuk investasi lokal seperti SBN atau ke saham BUMN, konsumsinya pun produk lokal atau impor yang resmi bayar bea masuk, taat bayar pajak juga. Bagi pengusaha juga meningkatkan ekspornya, apalagi sekarang pemerintah sudah sangat membantu untuk ekspor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

badge