29 Desember 2018

Bukit Delight: Tempat Dinner Ala Garden Party di Kota Malang


Liburan akhir tahun ini saya sempatkan untuk nongkrong bersama teman saya. Ada banyak tempat rekomendasi nongkrong di kota Malang ini, setelah melihat - lihat foto di media sosial, kami memutuskan untuk datang ke Bukit Delight, jalan Joyo Agung nomor 1, Tlogomas, Malang. Bagi pendatang, jalan kesini cukup susah tetapi sudah ada kok di google maps. Bagi orang lokal, jalan paling mudah lewat samping Sardo lurus terus aja mengikutin alur jalan ke atas sampai nanti ada kafe - kafe berjajar dan kafe pertama yang muncul ya Bukit Delight ini. Parkir mobil ada di lahan sebelah dan agak susah juga parkir di kemiringan bagi yang baru bisa nyetir. Kafe nya mengusung tema outdoor dengan lampu - lampu cantik dan bagus kalau dibuat foto. Ada juga area indoor jaga - jaga kalau hujan kali ya pasti pada pindah ke area indoor. Darisini terlihat pemandangan lampu - lampu kota di bawah sana, entah itu daerah mana saya tidak tahu. Area nya sangat luas untuk sebuah kafe, sudah jadi semacam mini wisata.












Saya memilih duduk di kursi yang foto nya paling bagus, kebetulan teman saya membawa kamera juga, pas sudah. Pilihan menu makanan yang ada disini cukup beragam, mulai dari nasi ayam, nasi sosis, mie, burger, donat, pisang goreng/bakar, dan chicken wings. Minuman disini pun juga cukup beragam, ada jus, smoothies, kopi, teh, dan lain sebagainya. Saya sendiri memesan sausage rice seharga 22 ribu dan milkshake taro seharga 18 ribu, harga yang murah selalu tersaji di Malang, enak sekali. Rasa makanannya enak, minumannya pun juga enak, ditambah suasana dingin Malang semakin nikmat. Bagi yang mudah masuk angin bisa membawa jaket karena anginnya cukup kencang, meskipun tidak ada nyamuk. Kata teman saya ada kawannya nikah disini jadi tempat ini juga bisa disewa untuk acara - acara pesta, seru banget ya pesta kebun di ketinggian gini. Harusnya ada pohon yang lampunya nyala bagus seperti di media sosial, sayangnya saat saya datang lampunya tidak nyala di pohon tersebut, sayang sekali.
Read more!

Telaga Bintang: Spot Foto dari Ketinggian dengan Pemandangan Danau Berbentuk Bintang


Saya sempat ke Raja Ampat lagi beberapa waktu yang lalu. Semua spot yang dikunjungi sama kecuali ada tambahan satu tempat yang saya ulas kali ini, namanya adalah Telaga Bintang. Telaga Bintang ini satu kawasan dengan Piaynemo, tapi tetep harus naik kapal untuk menuju kesini karena berbeda bukit karang. Infrastrukturnya sudah hampir sama bagusnya dengan Piaynemo, sudah ada dermaga dan tempat duduk untuk istirahat di dermaga atau untuk sekedar makan bekal. Kemudian kita harus memanjat karang - karang untuk sampai di atas bukit karang karena foto diambil di atas bukit menghadap ke bawah seperti saat di piaynemo. Tidak ada tangga disini tetapi sudah disemen untuk pijakan - pijakan kaki nya, bukitnya pun tidak terlalu tinggi sehingga cukup mudah untuk mencapai puncak bukit asalkan fisiknya prima.







Berbeda dengan Wayag yang masih sangat alami tidak ada sentuhan manusia sedikitpun dan sangat tinggi sehingga sangat menantang. Pengunjung pun harus bergantian untuk mendaki disini karena spot di atas yang tidak luas sehingga kalau terlalu banyak orang malah menghalangi saat akan berfoto. Pemandangan di atas cukup bagus karena ada semacam danau berbentuk bintang yang diapit oleh bukit - bukit karang. Saran saya memakai lensa wide agar terlihat jelas bentuk bintangnya karena kalau lensanya sempit maka tidak terlihat bentuk danau nya. Wisata ke Piaynemo biasanya pasti juga akan dimampirkan kesini atau coba minta saja ke pemandu nya untuk mampir kesini juga. Tetap hati - hati karena tidak ada alat pengaman yang membantu kita disini sehingga kalau tergelincir akan celaka. Pakailah alas kaki yang paling nyaman, kalau saya paling nyaman pakai sepatu karena tidak tergores karang saat naik maupun turun bukit karang.
Read more!

Papua Nugini: Mengunjungi Kawasan Paling Dekat dengan Indonesia di Perbatasan


Dalam kunjungan saya ke PLBN Skouw, saya menyempatkan diri untuk menyeberang ke negara tetangga, Papua Nugini. Saya ingin tahu bagaimana kondisi perbatasan yang ada di sisi sebelah sana. Kawasan perbatasan ini merupakan kawasan wisata dan perdagangan sehingga sudah biasa ada orang menyebrang ke negara sebelah untuk berbelanja, utamanya warga Papua Nugini yang menyebrang ke Indonesia di hari Selasa karena ada hari pasaran dimana warga Papua Nugini berbondong - bondong datang ke pasar yang ada di Indonesia dekat dengan perbatasan untuk berbelanja, lebih tepatnya grosiran atau kulakan karena saya melihat mereka membeli dalam jumlah yang sangat banyak. Nah, saat saya menyebrang kesana cukup unik karena zona waktu disana 1 jam lebih cepat dibanding Papua sehingga disana sudah agak sore jam nya. Kawasan perbatasan disana diisi dengan banyak pedagang souvenir khas Papua Nugini, bedak - bedak tradisional berjajar menyambut orang yang sengaja menyebrang sebentar untuk melihat pemandangan Papua Nugini. 











Ada semacam kawasan wisata kecil disini yang sengaja didirikan karena banyaknya wisatawan Indonesia yang datang kesini. Dari bukit yang ada disini kita bisa melihat kawasan Papua Nugini perbatasan yang masih sederhana, rumah - rumahnya terlihat tradisional dan tidak ada bangunan perdagangan disana. Kota terdekat dari kawasan perbatasan jaraknya sekitar 2 jam perjalanan. Kita hanya bisa menyebrang dengan berjalan kaki karena perbatasan kendaraan belum dibuka oleh pihak Papua Nugini, kalau dari sisi Indonesia sudah memungkinkan sebenarnya. Sambil duduk - duduk di bukit kita juga bisa sambil membeli sosis domba yang memang hanya ada disini, saya belum menemukannya di Indonesia. Rasanya enak, sangat gurih dan seperti sosis sapi, ada kepadatan sehingga tidak kenyal, saya pun doyan makan sosis domba seharga 25 ribu rupiah ini. Sebenarnya kalau mau ke kota ada juga kendaraan umum yang ada disini, bisa saja naik tapi biasanya orang - orang cukup puas dengan jalan - jalan di kawasan perbatasannya saja.
Read more!

PLBN Skouw: Perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini


Ini pertama kali saya menginjakkan kaki di provinsi Papua, selama ini saya tinggal di Sorong provinsi Papua Barat. Dalam rangka kunjungan Menteri Keuangan saya ada tugas untuk ikut rombongan ke Jayapura, ibukota provinsi Papua. Tempat utama yang kami kunjungi yaitu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Jayapura, jaraknya sekitar 2 jam dari pusat kota Jayapura. Saat ini kondisi PLBN Skouw sangat baik karena sudah dibangun oleh pemerintah, berbeda sekali kondisinya dengan dahulu yang masih jelek. PLBN Skouw ini merupakan perbatasan negara Indonesia dengan Papua Nugini. Jalan aspal dari Jayapura sampai ke Skouw sudah mulus, hanya saja ada jembatan darurat di salah satu kawasan tetapi tidak menjadi kendala karena kendaraan yang lewat juga sangat sedikit sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Aktivitas perbatasan disini hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki, kendaraan belum bisa menyebrang antar negara disini.





Ada kebiasaan unik disini, yaitu setiap hari Selasa ada hari pasaran dimana warga Papua Nugini datang kesini untuk berbelanja kebutuhan sehari - hari. Saya melihat langsung hari pasaran ini, sekali membeli banyak sekali barang yang dibeli, kalau istilah umumnya grosiran atau kulakan. Mereka diberikan kemudahan untuk melintas batas negara dengan kartu khusus sebagai pengenal. Disini juga ada zona netral dua negara dimana kita bisa melihat gapura selamat datang di Indonesia maupun di Papua Nugini. Ada banyak TNI yang menjaga kawasan ini, bahkan sepanjang perjalanan dari Jayapura kesini juga banyak pos penjagaan TNI karena memang cukup rawan keamanannya.
Read more!

07 Desember 2018

Warung Bravo: Es Pisang Ijo Paling Terkenal di Makassar


Setelah menikmati Konro Karebosi yang super nikmat, saya melanjutkan wisata kuliner saya menuju sebuah dessert yang sangat terkenal berasal dari Makassar, namanya es pisang ijo. Setelah saya browsing di internet, ada sebuah nama tempat makan yang selalu disebutkan sebagai es pisang ijo yang paling terkenal di Makassar, datanglah saya kesini. Namanya adalah Warung Bravo yang terletak di jalan Andalas 154, Makassar. Lokasinya tidak terlalu jauh dari lapangan Karebosi, jadi 2 tempat makan yang saya kunjungi lokasinya berdekatan di tengah kota. Setelah sampai kesan pertama saya terhadap warungnya adalah klasik, pasti sudah lama berdiri dan sudah dikelola oleh generasi selanjutnya. Dinding warung dipenuhi oleh foto - foto artis yang pernah kesini serta penghargaan yang pernah diperoleh.






Setelah membaca menu yang tersedia, saya membeli es pisang ijo seharga 22500 dan otak - otak seharga 7000 per biji. Tidak lama menunggu es pisang ijo pun datang. Tampilannya memang agak berbeda dengan es pisang ijo yang saya beli di daerah lain. Perbedaan paling utama adalah bahan tepung beras yang kalau di Surabaya dijadikan bubur sum sum, nah disini dibuat untuk es pisang ijo. Pemanis yang dipakai pun berbeda, disini menggunakan pemanis yang kalau biasanya di Surabaya dipakai untuk es cao. Pisang dibalut oleh kulit hijau yang tebal serta memiliki sedikit rasa tersendiri yang menurut saya enak, cocok dengan kuahnya. Memang es pisang ijo nya lebih besar porsinya dan lebih kuat rasanya dibandingkan es pisang ijo yang pernah saya beli sebelumnya. Otak - otaknya pun juga enak, mungkin karena saya suka ikan kali ya, hehehe. Silahkan dicoba warung Bravo ini, ada juga cabangnya di jalan Sultan Alauddin, selamat wisata kuliner.
Read more!

06 Desember 2018

Konro Karebosi: Cicipin Konro Paling Enak se Makassar


Pada kesempatan kunjungan saya ke Makassar kali ini, saya mencoba kuliner yang dulu belum pernah saya coba saat berkunjung ke Makassar beberapa tahun yang lalu. Nama makanan ini adalah konro dan saya mencoba di Konro Karebosi, restoran ini paling banyak direview oleh netizen sehingga saya memutuskan untuk datang kesini saja. Konro Karebosi terletak di jalan G. Lompobattang nomor 41-43 Makassar, sangat dekat dengan lapangan Karebosi. Konro Karebosi juga telah memiliki cabang di Jakarta yaitu di kawasan Kelapa Gading dan Jakarta selatan. Seperti hal nya restoran yang sudah terkenal sejak dulu, lokasinya ada di jalanan kecil yang padat kendaraan karena ada di pusat pertokoan lama.





Hanya ada 2 menu makanan  yang ada disini, yaitu sop konro dan konro bakar. Minumannya pun cuma terbatas pada jeruk es atau hangat, teh hangat atau es, atau minuman botolan. Tidak lama menunggu konro bakar pesanan saya pun datang. Sekilas saya teringat iga bakar yang juga ada di Surabaya tetapi dalam porsi yang lebih kecil, kalau Konro banyak sekali porsinya. Selain iga sapi, sajian juga dilengkapi dengan kuah yang gurih. Rasa dari konro bakar ini sangat enak, benar - benar enak sampe saya ketagihan. Rasanya tidak membuat bosan, porsinya banyak sehingga sangat puas. Saus kacangnya pun juga sangat pas dengan daging sapi yang dibakar ini. Kuahnya pun juga sangat nikmat, sampai tidak tahu lagi harus berkomentar apa lagi. Harga konro bakar dan es teh yang saya pesan adalah 69 ribu rupiah. Wajib dicoba untuk penikmat kuliner.
Read more!
badge